KKN REGULER POSKO 04 SUMEDANGAN GELAR SEMINAR, AJAK GEN Z BIJAK BERMEDIA SOSIAL BERLANDASAN AL-QUR’AN DAN HADIS

Berita30 Dilihat

Activita.co.id- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Posko 04 Desa Sumedangan, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Madura, menggelar seminar bertajuk “Membangun Kesadaran Gen Z di Era Digital Melalui Pemahaman Al-Qur’an dan Hadis” di Balai Desa Sumedangan, Rabu (12/8/2026).

Seminar tersebut menghadirkan Dr. Umar Bukhory, M.Ag. sebagai pemateri. Kegiatan ini mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan generasi muda, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tingginya penggunaan media sosial.

Dr. Umar Bukhory, membahas sejumlah tantangan yang dihadapi Gen Z di era digital, mulai dari banjir informasi, kecanduan digital, fearofmissingout (FOMO), doomscrolling, krisis identitas, hingga kecenderungan mencari validasi melalui likes, komentar, dan jumlah pengikut di media sosial.

Seminar juga membahas bagaimana Al-Qur’an dan Hadis dapat menjadi pedoman bagi generasi muda dalam menggunakan media sosial. Beberapa prinsip yang disampaikan antara lain tabayyun atau memeriksa kebenaran informasi, menjaga lisan termasuk “lisan digital”, menghindari ghibah dan fitnah di ruang digital, menjaga waktu, serta menjaga pandangan dan aurat dalam penggunaan media digital.

Salah satu peserta seminar, Fiki Wahyudi, Ketua Remas masjid Istibaqul Khoirot Desa Sumedangan, mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai hubungan antara ajaran Islam dan penggunaan media digital.

“Hal yang paling berkesan adalah bahwa Al-Qur’an dan hadis tidak hanya menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga bisa menjadi pedoman bagi Gen Z dalam menggunakan media digital,” ujarnya

Menurutnya, kegiatan tersebut relevan dengan kehidupan generasi muda yang tidak dapat dipisahkan dari teknologi dan media sosial. Ia menilai pemahaman terhadap Al-Qur’an dan Hadis dapat membantu remaja menggunakan media sosial secara lebih bijak dan bertanggung jawab.

“Gen Z sangat dekat dengan teknologi dan media sosial. Pemahaman Al-Qur’an dan hadis dapat membantu remaja memiliki kesadaran untuk menggunakan media sosial secara bijak, bertanggung jawab, dan tetap berpegang pada nilai-nilai agama,” tambahnya.

Tidak hanya membahas tantangan, seminar juga memberikan sejumlah solusi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya digital detox secara terjadwal, melakukan kurasi konten, membiasakan tabayyun sebelum membagikan informasi, menjadikan media sosial sebagai sarana dakwah, serta melakukan evaluasi terhadap penggunaan waktu di dunia digital.

Fiki, materi yang disampaikan juga mendorong dirinya untuk melakukan perubahan dalam menggunakan media sosial.

“Saya ingin lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menerima dan membagikan informasi. Saya juga ingin mengurangi penggunaan media sosial untuk hal yang kurang bermanfaat dan lebih menggunakannya untuk mencari serta membagikan konten yang positif dan sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis,” ungkapnya.

Melalui seminar tersebut, mahasiswa KKN Reguler Posko 04 Desa Sumedangan berharap generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menggunakan media digital secara cerdas, bertanggung jawab, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.

  1. Seminar ditutup dengan sesi foto bersama yang diikuti oleh pemateri, mahasiswa KKN, serta para peserta. Pesan yang menjadi penutup kegiatan tersebut adalah bahwa Gen Z bukan generasi yang harus dijauhkan dari dunia digital, melainkan generasi yang harus mampu menaklukkannya dengan iman.(Hadi/Activita) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *