KKN Posko 02 Pademawu Timur Gelar “Digdaya Lokal”, Luncurkan Ladrang Lorjuk

Berita19 Dilihat

Activita.co.id- Mahasiswa KKN Posko 02 Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FAUD) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menggelar seminar “Digdaya Lokal (Digitalisasi Budaya dan Usaha)” di Balai Desa Pademawu Timur, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi upaya mendorong pelaku UMKM memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan produk lokal.

Mengusung tema “Strategi Pemasaran Digital UMKM: Transformasi Kuliner Tradisional Menuju Pasar Modern”, seminar membahas pemanfaatan media sosial, pengemasan produk, pembuatan konten, hingga strategi promosi untuk meningkatkan daya saing UMKM di pasar yang lebih luas.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran ladrang lorjuk, inovasi olahan baru berbahan dasar lorjuk yang dikembangkan mahasiswa KKN Posko 02. Produk ini dibuat untuk memberikan alternatif pengolahan lorjuk yang selama ini lebih banyak dikenal sebagai bahan campor dan rengginang.

“Lorjuk di Desa Pademawu Timur cukup melimpah. Karena itu, kami mencoba mengembangkan olahan baru agar memiliki variasi produk yang bisa dikembangkan oleh UMKM,” ujar Maulana, Kordes KKN Posko 02.

Dalam seminar, pelaku UMKM didorong memanfaatkan media sosial secara konsisten sebagai sarana promosi. Kemasan yang menarik dan konten yang kreatif juga dinilai penting untuk membangun daya tarik produk serta menjangkau calon konsumen di luar desa.

“Penggunaan media sosial harus dimanfaatkan semaksimal mungkin agar produk UMKM tidak hanya dikenal di desa, tetapi juga bisa dipasarkan dan dikenal di luar desa,” jelas pemateri.

Kepala Desa Pademawu Timur, Jumaati Elis Susanti, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, seminar dan inovasi produk yang dilakukan mahasiswa dapat membantu UMKM mengembangkan usaha sekaligus memperkenalkan potensi desa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya, UMKM di Pademawu Timur semakin dikenal dan produk baru seperti ladrang lorjuk dapat menjadi salah satu olahan yang dikembangkan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ibu Aziezah dari Dinas Pamekasan berharap ladrang lorjuk tidak berhenti sebagai inovasi selama KKN. Ia mendorong masyarakat untuk melanjutkan produksi dan mengembangkan produk tersebut secara berkelanjutan karena memanfaatkan potensi lorjuk yang tersedia di Pademawu Timur.

Melalui “Digdaya Lokal”, mahasiswa KKN Posko 02 berharap inovasi ladrang lorjuk dapat diteruskan oleh masyarakat dan berkembang menjadi produk bernilai ekonomi. Penguatan kualitas produk dan pemasaran digital diharapkan mampu membuka pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat potensi UMKM Desa Pademawu Timur.(firnas/Activita) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *