Dorong Ekonomi Pamekasan KKN KKN UIN Madura dan Elysia Sulah Alpukat Tlagah Jadi Produk Unggulan

Berita18 Dilihat

Activita.co.id- Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Posko 10 Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menggelar seminar bertajuk “Menggali Potensi Desa Melalui Inovasi Pengolahan Alpukat Menjadi Puding Alpukat sebagai Produk Unggulan UMKM Desa Tlagah”, Sabtu 15/8/2026.

Kegiatan berlangsung di Desa Tlaga, Kecamatan Pagantenan, Kabupaten Pamekasan, menggandeng Elysia Pamekasan yakni unit usaha yang bergerak di bidang kecantikan dan perawatan kulit. Guna menghadirkan perspektif baru pemanfaatan komoditas lokal acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Tlagah beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, warga setempat serta para pelaku UMKM lokal.

Koordinator Desa KKN Posko 10 UIN Madura, Royhanul Hakim, menegaskan bahwa Desa Tlagah memiliki kekayaan komoditas unggulan yang sangat potensial, khususnya alpukat dan durian. Melalui seminar ini, pihaknya ingin memicu perubahan pola pikir (mindset) masyarakat agar lebih berani berinovasi.

“Desa Tlagah memiliki potensi besar dari hasil pertanian seperti alpukat dan durian yang kualitasnya sangat baik. Kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa hasil pertanian tidak hanya dijual sebagai buah segar, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai jual lebih tinggi, seperti puding alpukat. Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal menuju desa yang maju dan makmur secara ekonomi,” ujar Royhanul.

Seminar ini menghadirkan akademisi sekaligus praktisi bisnis, Zainullah, M.E. Seorang yang menjabat sebagai konsultan industrial enterpreneurship Jawa Timur sekaligus owner kedai Kak Zain, Rumah Kriuk, dan Toko Zain Barokah. Beliau membagikan strategi pengembangan usaha berbasis potensi daerah. Dalam pemaparannya ainullah menekankan pentingnya keberanian masyarakat dalam mengelola sumber daya lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar nasional maupun Kancah internasional.

Kehadiran tim Elysia Pamekasan turut memberikan nilai tambah dalam acara tersebut. Selain diolah menjadi produk pangan seperti puding, kandungan nutrisi alpukat juga dipaparkan memiliki potensi besar untuk dikembangkan ke dalam industri perawatan kulit (skincare). Kolaborasi ini membuka wawasan warga bahwa satu komoditas lokal dapat melahirkan peluang usaha lintas sektor.

Masyarakat tanpa antusias mengikuti jalannya diskusi, terutama saat mengolah teknik pengolahan efisiensi produksi hingga strategi pemasaran produk UMKM.

Melalui Sinergi antara akademisi, pemerintah Desa, pelaku usaha, dan masyarakat ini Desa Tlagah diharapkan tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil buah segar, tetapi juga mampu melahirkan produk-produk olahan lokal yang unggul dan menopang perekonomian warga secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *