Dari Halaman Rumah Warga Jadi Produk Herbal, Posko 14 KKN FEBI Launching Rimtea di Klompang Timur

Berita30 Dilihat

Activita.co.id- Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Madura menggelar seminar bertajuk “Optimalisasi Digital: Meningkatkan Branding UMKM Lokal Sekaligus Launching Produk di Desa Klompang Timur”, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Klompang Timur, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, tersebut dihadiri oleh perangkat desa, masyarakat setempat, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Seminar ini tidak hanya membahas pentingnya optimalisasi digital dalam meningkatkan branding UMKM, tetapi juga menjadi momentum peluncuran produk unggulan yang dikembangkan berdasarkan potensi lokal Desa Klompang Timur.

Desa Klompang Timur diketahui memiliki potensi tanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) yang cukup mudah ditemukan di halaman rumah masyarakat. Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN berinisiatif mengolah tanaman herbal menjadi produk yang lebih praktis dan memiliki nilai ekonomi.

Inovasi tersebut kemudian diwujudkan melalui produk bernama Rimtea, yakni minuman herbal berbahan tanaman TOGA yang dikemas dalam bentuk bubuk dengan konsep seperti teh celup (tea bag). Produk ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan tanaman herbal sekaligus membuka peluang pengembangan UMKM berbasis potensi desa.

Koordinator Desa KKN Posko 14, Moh. Rosi Maulana, mengatakan bahwa lahirnya Rimtea berawal dari pengamatan mahasiswa terhadap potensi tanaman TOGA yang banyak dimiliki masyarakat Desa Klompang Timur.

“Kami melihat di Desa Klompang Timur ini banyak tanaman TOGA yang ada di halaman rumah masyarakat. Dari potensi tersebut, kami berinisiatif untuk memanfaatkannya menjadi sebuah produk minuman herbal yang kemudian kami beri nama Rimtea,” ungkapnya.

Menurutnya, pengembangan produk tersebut tidak hanya bertujuan menghasilkan sebuah produk baru, tetapi juga mendorong masyarakat untuk melihat potensi yang ada di sekitar mereka sebagai sesuatu yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Sementara itu, Magfiroh, M.Pd. selaku pemateri dalam kegiatan seminar turut menyampaikan harapannya agar inovasi Rimtea tidak berhenti setelah program KKN berakhir. Ia berharap masyarakat dan pihak terkait dapat melanjutkan pengembangan produk tersebut secara mandiri.

“Harapannya, Rimtea ini tetap berlanjut meskipun anak-anak KKN sudah keluar dari Desa Klompang Timur,” ujarnya.

Peluncuran Rimtea menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam mengidentifikasi, mengolah, dan mengembangkan potensi lokal Desa Klompang Timur. Dengan dukungan masyarakat, UMKM, dan pemerintah desa, produk tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan, baik dari sisi kualitas produk maupun branding dan pemasarannya melalui pemanfaatan teknologi digital.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN juga mendorong agar potensi lokal tidak hanya berhenti sebagai sumber daya yang dimanfaatkan secara sederhana, tetapi dapat diolah menjadi produk unggulan yang memiliki identitas, nilai ekonomi, dan peluang pasar yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *