Activita- Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri Madura menggelar audiensi bersama jajaran pimpinan kampus pada Kamis (26/02/2026). Bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung Rektorat, kegiatan tersebut dihadiri oleh wakil rektor I, II, dan III. Namun demikian, Rektor tidak dapat hadir karena berhalangan.
Aksi tersebut membawa empat tuntutan, meliputi kesejahteraan mahasiswa berprestasi, penundaan pelaksanaan wisuda yang belum memiliki kepastian, keterlambatan informasi pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) mandiri bagi penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP), serta kondisi sarana dan prasarana kampus yang dinilai masih perlu pembenahan.
Ketua DEMA UIN Madura, Mohammad Gufron, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa mengenai kesiapan kampus dalam menjawab dan menyelesaikan persoalan yang ada.
“Audiensi ini adalah ruang untuk menyampaikan aspirasi dari DEMA mewakili keluhan yang disampaikan oleh mahasiswa berkaitan dengan persoalan kampus. Aksi ini membuktikan bahwa pihak kampus masih belum siap dan lalai dalam menanggapi persoalan yang ada.” jelasnya
| Baca Juga: PPMI DK Madura Bekali Pers Mahasiswa se-Madura Lewat Sekolah Investigasi
Gufron memberikan keterangan bahwa dalam aksi tersebut pihak kampus belum meberikan jawaban pasti dari tututan yang dibawa. Ia merasa respon yang disampaikan tidak memberikan solusi terhadap persoalan yang ada.
“Dalam aksi tersebut kami belum menemukan solusi solutif yang disampaikan oleh pimpinan. Respon yang diberikan, saya katakan tidak menjawab persoalan-persoalan yang kami bawa.” ucapnya
Ia menambahkan bahwa empat tuntutan yang dibawa bukan hanya menyangkut persoalan administrasi saja, tetapi juga berdampak pada kegiatan akademik dan kenyamanan mahasiswa dalam menjalani perkuliahan.
DEMA menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai tuntutan tersebut hingga mendapat kejelasan kebijakan dan langkah konkret dari pihak kampus demi terciptanya tata kelola yang lebih transparan dan berpihak pada kepentingan seluruh mahasiswa.
“Jika dalam kurun waktu lima hari tuntutan kami belum mendapatkan jawaban yang jelas, kami pastikan akan ada aksi lanjutan dari audiensi ini.” pungkasnya. (Andin/Activita)
