Mahasiswa PBA UIN Madura Ambil Peran dalam Pengawalan Proyek Sumur Air Bersih di Kedungdung

Activita.co.id- Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura melaksanakan kunjungan lapangan untuk meninjau progres pengeboran sumur air bersih ke Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur pada Minggu (25/1/2026)

Kegiatan tersebut dipimpin oleh dosen PBA UIN Madura, tiga mahasiswa PBA, dan Ibu Maisaroh–pendiri KAI (Khitbah Amal Insani)  yang merupakan yayasan kemanusiaan yang bergerak dalam perencanaan dan pengelolaan kegiatan amal guna mewujudkan pembangunan bertahap di daerah-daerah miskin di Indonesia, khususnya wilayah yang mengalami krisis air bersih.

Maisaroh menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan uluran tangan donatur dari luar negeri yang lalu digunakan untuk membantu masyarakat khususnya masyarakat Madura.

“Pengeboran sumur ini merupakan bagian dari program bantuan kemanusiaan yang didukung oleh para donatur dari Timur Tengah untuk desa-desa di Madura yang terdampak kekeringan. Sumur bor tersebut nantinya akan dimanfaatkan secara umum oleh masyarakat Desa Gunung Eleh, termasuk untuk kebutuhan masjid yang berada di sekitar lokasi pengeboran,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata peran bahasa sebagai sarana komunikasi dan diplomasi kemanusiaan.

“Bahasa Arab yang dipelajari mahasiswa tidak hanya sebagai ilmu linguistik, tetapi juga sebagai alat komunikasi global. Melalui bahasa inilah terbangun kerja sama dan solidaritas internasional untuk membantu masyarakat lokal,” jelasnya.

|Baca Juga: Sunyi di Tengah Forum Demokrasi

Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan langsung warga dalam membantu proses pengeboran. Salah satu warga menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya program tersebut.

“Kami sangat membutuhkan air bersih. Selama ini, warga harus membeli air dengan harga sekitar Rp300 ribu per tangki. Adanya sumur bor ini sangat membantu kami,” ungkapnya.

Salah seorang mahasiswa PBA yang terlibat, Naqi’ah, mengaku bangga dapat berkontribusi langsung dalam kegiatan tersebut.

“Saya bangga bisa terlibat langsung dan bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini membuka wawasan saya bahwa jurusan PBA tidak hanya berperan sebagai tenaga pendidik, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam kegiatan kemanusiaan,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin terasah kepeduliannya terhadap persoalan sosial dan mampu berkontribusi langsung dalam kegiatan kemanusiaan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. (Mahasiswa/Activita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *