Menu

Mode Gelap
HMPS Ekonomi Syari’ah Adakan Entrepreneurship Workshop Semarak Bulan Bahasa, HMPS TBIN Adakan Pemilihan Duta Bahasa Indonesia IAIN Madura Gelar Pisah Sambut Kabiro AUAK IAIN Madura Tidak Masuk 3 Besar Kampus Terbaik di Madura Versi Kemendikbudristek RI Dianggap Tidak Mendidik, Konten IMTV Mendapat Kritikan

Artikel · 14 Jul 2018 12:57 WIB ·

Wanita Persepektif Islam, Indonesia


 Wanita  Persepektif Islam, Indonesia Perbesar

Oleh : R. Ayu Arina Abida (BKI A / 2)
Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki pulau sebanyak 17.508. Pulau-pulau ini terdiri atas 5 pulau besar dan ribuan pulau kecil. Dengan adanya bentuk kepulauan tersebut populasi penduduk di Indonesia sebanyak 250 juta jiwa.

Indonesia merupakan suatu negara yang kaya akan keberagaman yakni ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama, dan kepercayaan. Setidaknya bangsa Indonesia memiliki 1.128 suku bangsa, 6 agama yang diakui oleh bangsa, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu. Banyak etnis juga yang ada di Indonesia, seperti dengan keragaman yaitu kekayaan bangsa yang penuh dengan nuansa dan variasi. Dan dengan keberagaman Indonesia disebut dengan “Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu.
Indonesia merupakan bangsa religius atau bangsa yang beragama. Oleh karena itu, negara menjamin kebebasan beragama warganya. Mayoritas agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia yaitu Agama Islam. Hampir semua wilayah di Indonesia dihuni oleh kaum muslim. Islam adalah agama rahmatan lil alamin yang diturunkan oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak manusia dan mengatur tujuan hidup, sehingga penganut agaman islam  menjadi lebih harmonis dan damai. Bagitulah kehadiran Islam selain itu, Islam merupakan agama yang menjunjung tinggi  derajat wanita dan memberikan perhatian terhadap batas-batas tertentu  untuk menjaga kemulian wanita. Allah dalam Alquran menjelaskan bahwa kedudukan wanita dalam islam sama dengan laki-laki. Wanita diciptakan sebagai pasangan buat laki-laki bukan sebagai budak atau harta yang bisa di perjual belikan.
Banyak hal yang diperbaiki Islam terhadap akhlak  dan pandangan orang Jahiliyah terhadap wanita. Pada zaman Jahiliyah wanita dipandang rendah, budak nafsu, bahkan tidak berarti sama sekali. Dahulu kelakuan para kafir Quraisy terhadap wanita sangatlah keji. Wanita tidak diizinkan untuk hidup. Oleh karena itu setiap orang tua  yang melahirkan anak perempuan akan mambunuh anaknya hidup-hidup.
Hingga pada masanya muncullah “Emansipasi Wanita” oleh penggerak yang tidak asing lagi bagi kaum wanita yaitu R. A. Kartini yang sangat gigih dalam menyetarakan hak-hak wanita untuk mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya dan memberikan kesempatan yang sama untuk menerapkan ilmu yang dimiliki agar tidak direndahkan derajatnya disisi dunia. Hal ini selaras dalam Islam yang  menjadikan wanita sebagai makhluk yang istimewa dan diangkatkan derajadnya dari kaum laki-laki. Bahkan dalam Al-quran sendiri ada surat An Nisa yang artinya wanita, didalam surat tersebut dijelaskan beberapa keistimewaan wanita.
Dalam pernyataan-pernyataan Al-Qur’an sudah jelas bahwa kaum wanita adalah kaum yang sangat istemewa. Bahkan dalam Al-Qur’an wanita yang sholehah dan bertaqwa pada Allah, yang mengerjakan amal baik dan meninggalkan larangan-Nya. Untuk itu Allah membalasnya dengan jaminan masuk surga dari pintu manapun yang diinginkanya. Subhanallah, betapa mulianya jika kaum wanita di dalam Islam.
Dalam suatu negara wanita adalah tiang negara, jika wanitanya baik, negara tersebut akan kokoh dan kuat dan sebaliknya jika para wanitanya buruk, maka tunggulah kehancurannya. Oleh karena itu agar menjadi muslimah yang dicintai oleh Allah SWT, maka ciri-ciri wanita sholehah yang patut dijadikan pegangan bagi kita adalah sebagai berikut :
Wanita yang mengimani Allah SWT sebagai Tuhan-nya, Muhammad sebagai Nabinya, dan Islam sebagai agamanya. Wanita yang bertaqwa, khusyuk dan rajin beribadah serta suhud di dunia. Wanita yang patuh kepada orang tuanya, berbakti kepada keduanya dan mencari keridhoan keduanya. Wanita yang taat kepada suami, menasihatinya, amanah dalam mengelola rumah tangganya. Wanita yang mendidik anak-anaknya dengan baik dan mengakomodasikan mereka untuk hidup berdasarkan Manhaj Rabbani (sistem hidup dari Allah SWT). Dan wanita yang rajin mencari ilmu dan berdakwah di jalan Allah.  Karena kaum wanitalah yang akan melahirkan generasi-generasi bangsa, maka dari itu sebagai kaum wanita kita harus berkualitas baik dalam agama maupun negara.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

IAIN Madura Tidak Masuk 3 Besar Kampus Terbaik di Madura Versi Kemendikbudristek RI

11 Oktober 2022 - 07:29 WIB

Aku Siapa

28 Mei 2022 - 11:39 WIB

KPI Launching Mars Perdana, Wadek Apresiasi 1 Juta

27 Mei 2022 - 16:54 WIB

HMPS PAI Sukses Gelar Lomba Musabaqoh Qiraatul Kutub

27 Mei 2022 - 16:23 WIB

Juri Lomba Cerita 2 Bahasa, Roychan Yasin : Anak PAI Bersaing Anak PBA

26 Mei 2022 - 23:32 WIB

Anniversary Prodi AS ke-7, Marta Imam Muhtadi : Era Society 5.0 Pengaruhi Kehidupan Manusia

26 Mei 2022 - 16:49 WIB

Trending di Artikel