Menu

Mode Gelap
HMPS Ekonomi Syari’ah Adakan Entrepreneurship Workshop Semarak Bulan Bahasa, HMPS TBIN Adakan Pemilihan Duta Bahasa Indonesia IAIN Madura Gelar Pisah Sambut Kabiro AUAK IAIN Madura Tidak Masuk 3 Besar Kampus Terbaik di Madura Versi Kemendikbudristek RI Dianggap Tidak Mendidik, Konten IMTV Mendapat Kritikan

News · 3 Jul 2019 23:52 WIB ·

UKT Naik lagi, Mahasiswa Minta Pimpinan Segera imbangi Sarana Prasarana Kampus


 UKT Naik lagi, Mahasiswa Minta Pimpinan Segera imbangi Sarana Prasarana Kampus Perbesar

Drastis : Nominal UKT untuk Mahasiswa Baru

IAIN Madura, Activita Memasuki tahun akademik 2019/2020, Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mahasiswa baru di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura mengalami perubahan dari sebelumnya. Jika sebelumnya hanya sampai UKT 3, maka untuk tahun ini sampai UKT 4 dengan nominal yang tentunya lebih tinggi.

Sebelumnya, UKT untuk Mahasiswa angkatan 2018 UKT I400.000, UKT ll 1.200.000, UKT lll 1.400.000. dan kini, UKT I400.000 UKT ll 1.300.000  UKT III 1.400.000-1.700.000, UKT IV 1.700.000 – 1.900.000.
Kenaikan drastis ini mendapat keluhan langsung dari beberapa mahasiswa.
Aminatus Zahroh (TIPS/5) selaku mahasiswa angkatan 2017membeberkan, tentumerasa kasihan kepada mahasiswa baru tahun ini, karena UKT yang semakin melonjak tentu menambah beban keluarganya. “Saya persemester 1 juta saja sudah mengeluh, apalagi mereka. Kasihan mahasiswa baru yang dari keluarga ekonomi kurang mampu jika harus menanggung pembayaran UKT yang tinggi,” responnya ketika diwawancara reporter LPM Activita. Rabu (03/07/19).
Lebih lanjut ia memaparkan, sampai tahun kemarin penentuan UKT untuk mahasiswa baru masih kurang tepat sasaran, karena ada yang dari keluarga kurang mampu mendapat UKT tertinggi begitu pun sebaliknya. “Saya harap tahun ini pimpinan dapat meminimalisir kejadian tersebut, apalagi sekarang UKT semakin tinggi,” harap matus, mahasiswi semester 5 tersebut.

Selaras dengan itu, Moh. Ali Soffan (TIPS/3) memaparkan, sebenarnya tidak ada masalah dengan kenaikan UKT di IAIN Madura, karena kebutuhan sekelas IAIN tentu tidak sama dengan sekelas STAIN. “Yang menjadi masalah adalah penentuan UKT pada mahasiswa baru yang kurang tepat sasaran dan saya harap hal tersebut bisa diatasi,” tegas Soffan, sapaan akrabnya.
Soffan juga menuturkan, dengan UKT yang sedemikian rupa, pimpinan diharapkan bisa memperbaiki sarana dan prasarana yang kurang berfungsi seperti AC dan proyektor yang mati di beberapa ruangan. “Perbaikan sarana dan prasarana di masing-masing ruangan supayamahasiswa baru tidak kecewa dengan fasilitas di IAIN Madura,” ungkap mahasiswa Program Studi (Prodi) Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (TIPS) tersebut.
Misbahul Munir (AS/5) juga angkat bicara. Pasalnya, menurut ia tiap tahun kampus melakukan kenaikan UKT. Tapi sarana tetap tidak ada perkembangan. “Seperti halnya Di kantor Ormawa (Organisasi Mahasiswa: red)dulu itu ada Wi-fi, di masing-masing gedung Wifi dulu lancar, tapi akhir-akhir ini sangat minim. Masak sekelas IAIN tetap serasa STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri: red),” tegasnya.
Mahasiswa asal Kadur tersebut berharap, pimpinan bisa menyeimbangkan kenaikan UKT dengan ketersediaan sarana dan prasarana kampus IAIN Madura yang lebih memadai. “Minimal kerusakan fasilitas di setiap ruangan kuliah diperbaiki,” harap Rahul, sapaan akrabnya.
Keluhan ini mendapat tanggapan langsung dari Wakil Rektor (Warek) II IAIN Madura, Mohammad Zahid. Ia menjelaskan, dengan ketersediaan anggaran yang semakin baik akan dapat mewujudkan peningkatan layanan dan sarana prasarana di IAIN Madura. “Pengembangan kualitas output akan semakin baik pula,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, banyaknya sarana prasarana yang kurang berfungsi juga disebabkan oleh anggaran perbaikan tidak cukup untuk mengcover semua kebutuhan. Sementara beban lain semakin bertambah. “Masih ada yang lebih diprioritaskan, seperti perluasan lahan, penambahan ruang kuliah, dan lain-lain. Mudah-mudahan masih bisa teratasi dengan baik,” harap Warek II IAIN Madura.
Mengenai penentuan UKT yang masih kurang tepat sasaran, Mohammad Zahid juga memaparkan, hal itu sudah berusaha diatasi dengan baik sesuai dengan data yang disetor via online. “Kami sudah berusaha, semua tergantung data input dari calon mahasiswa baru,” pungkasnya. (TRI)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

HMPS dan IKA EKONOMI SYARI’AH Adakan Pelantikan Bersama, Kaprodi: Mari Sama-sama Berkolaborasi

18 Juni 2024 - 05:21 WIB

Pelantikan Kolaboratif HMPS dan IKA EKONOMI SYARI'AH

Launching UKK Baru, Fakultas Syariah Tingkatkan Kemampuan Mahasiswa Lewat UKK Lawrent

17 Juni 2024 - 11:38 WIB

Fakultas Syariah Launching UKK Baru, UKK LAWRENT

Training Kepengurusan HMPS MPI, Kaprodi Ingatkan Mahasiswa untuk Lebih Disiplin

14 Juni 2024 - 03:11 WIB

Training Kepengurusan HMPS MPI IAIN Madura

Ormawa Fakultas Tarbiyah Lakukan Audensi, Pihak Dekanat Beri Tanggapan

12 Juni 2024 - 05:43 WIB

Audensi Ormawa Terhadap Dekanat Fakultas Tarbiyah

Tunjukkan Kesolidan, Ormawa Fasya Gelar Pelantikan Raya

12 Juni 2024 - 01:17 WIB

pelantikan raya fakultas syari'ah 2024

Sema, Dema, dan UKK FPM FEBI Adakan Pelantikan Kolaboratif, Ini Tanggapan Pihak Fakultas Ekonomi dan Bisnis

10 Juni 2024 - 14:15 WIB

Pelantikan Kolaboratif Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Trending di Liputan Khusus