Menu

Mode Gelap
HMPS Ekonomi Syari’ah Adakan Entrepreneurship Workshop Semarak Bulan Bahasa, HMPS TBIN Adakan Pemilihan Duta Bahasa Indonesia IAIN Madura Gelar Pisah Sambut Kabiro AUAK IAIN Madura Tidak Masuk 3 Besar Kampus Terbaik di Madura Versi Kemendikbudristek RI Dianggap Tidak Mendidik, Konten IMTV Mendapat Kritikan

Uncategorized · 9 Nov 2016 05:09 WIB ·

Taman Kampus STAIN Pamekasan Tidak Terawat


 Taman Kampus STAIN Pamekasan Tidak Terawat Perbesar

STAIN Pamekasan- Kurang maksimalnya perawatan taman kampus STAIN Pamekasan banyak menuai protes. Hal ini dikarenakan keindahan taman yang kurang menyejukkan padangan. Seperti tidak adanya tempat duduk, pohon-pohon yang tidak rindang, lampu, bungan yang kosong, juga rumput taman. Padahal taman sangatlah penting untuk menambah keindahan kampus.
Silfi Utami, salah satu mahasiswa STAIN Pamekasan menilai,  taman kampus memiliki banyak sekali kekurangan. “Kalo persepsi saya,  melihat taman-taman yang ada di luar itu bisa dijadikan tempat belajar. Tapi klo di STAIN, di sini kurang pas karena tidak ada tumbuhan yanng membuat indah taman,” jelasnya.(08/11). Ia berharapa,  taman di area kampus staian pamekasan  didesain sedemikian rupa sehingga terlhat nilai estetika yang tinggi. Ia juga menyarankan, untuk bisa melihat dan mencontoh taman kota yang banyak tanamannya.

Menurut Ahmad Bengkotak  selaku aktivis Mahaiswa STAIN Pecinta Alam (MASTAPALA), sebenarnya sudah dilakukan usaha oleh pihak MASTAPALA. Tetapi kesadaran dari pihak kampus dan mahasiswa masih kurang. “Ya kalo dinamakan penghijauan ya ngak. Kesadaran dari mahasiswanya sendiri itu kan kurang, meskipun kita sudah melakukan penanaman di taman itu. Tapi kesadaran dari pihak kampus, baik itu mahasiswa atau yang lainnya itu kan kurang. Seperti buang sampah sembarangan,” ujarnya.  Ahmad menjelaskan, beberapa waktu lalu pihak MASTAPALA sudah melakukan upaya menyebarkan pamflet tentang kebersihan dan  penghijauan. Tetapi perubahan tetap tidak ada. Ia berharap, mahasiswa bisa memiliki kesadaran bahwa kebersihan itu penting. Mulai  mengajak yang lain atau memulanya sendiri. “Kalo cuma kita ya gak bisa lah, mahasiswanya ribuan kan kita hanya puluhan  orang,” imbuhnya.

Permasalahan taman ini juga mendapat tanggapan dari penjaga taman, Riski Apriyanto. Dia mengatakan, kebersihan dan keindahan taman adalah tanggung jawab bersama. Sedangkan penjaga taman memiliki tanggunjawab untuk merawatnya. “Kalo masalah taman di STAIN iya bagus. Cuma kurangnya di sini tidak ada rumput. Rumput yang biasa ada di taman. Kalo masalah tempat ya terserah atasan. Tentang penghijauan dan kerindangannya sekarang sudah mulai ada penanaman bibit. Tinggal tunggu waktu saja,” ungkapnya kepada Vita Pos. (Ani)
Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Uncategorized · 9 Nov 2016 05:09 WIB ·

Taman Kampus STAIN Pamekasan Tidak Terawat


 Taman Kampus STAIN Pamekasan Tidak Terawat Perbesar

STAIN Pamekasan- Kurang maksimalnya perawatan taman kampus STAIN Pamekasan banyak menuai protes. Hal ini dikarenakan keindahan taman yang kurang menyejukkan padangan. Seperti tidak adanya tempat duduk, pohon-pohon yang tidak rindang, lampu, bungan yang kosong, juga rumput taman. Padahal taman sangatlah penting untuk menambah keindahan kampus.
Silfi Utami, salah satu mahasiswa STAIN Pamekasan menilai,  taman kampus memiliki banyak sekali kekurangan. “Kalo persepsi saya,  melihat taman-taman yang ada di luar itu bisa dijadikan tempat belajar. Tapi klo di STAIN, di sini kurang pas karena tidak ada tumbuhan yanng membuat indah taman,” jelasnya.(08/11). Ia berharapa,  taman di area kampus staian pamekasan  didesain sedemikian rupa sehingga terlhat nilai estetika yang tinggi. Ia juga menyarankan, untuk bisa melihat dan mencontoh taman kota yang banyak tanamannya.

Menurut Ahmad Bengkotak  selaku aktivis Mahaiswa STAIN Pecinta Alam (MASTAPALA), sebenarnya sudah dilakukan usaha oleh pihak MASTAPALA. Tetapi kesadaran dari pihak kampus dan mahasiswa masih kurang. “Ya kalo dinamakan penghijauan ya ngak. Kesadaran dari mahasiswanya sendiri itu kan kurang, meskipun kita sudah melakukan penanaman di taman itu. Tapi kesadaran dari pihak kampus, baik itu mahasiswa atau yang lainnya itu kan kurang. Seperti buang sampah sembarangan,” ujarnya.  Ahmad menjelaskan, beberapa waktu lalu pihak MASTAPALA sudah melakukan upaya menyebarkan pamflet tentang kebersihan dan  penghijauan. Tetapi perubahan tetap tidak ada. Ia berharap, mahasiswa bisa memiliki kesadaran bahwa kebersihan itu penting. Mulai  mengajak yang lain atau memulanya sendiri. “Kalo cuma kita ya gak bisa lah, mahasiswanya ribuan kan kita hanya puluhan  orang,” imbuhnya.

Permasalahan taman ini juga mendapat tanggapan dari penjaga taman, Riski Apriyanto. Dia mengatakan, kebersihan dan keindahan taman adalah tanggung jawab bersama. Sedangkan penjaga taman memiliki tanggunjawab untuk merawatnya. “Kalo masalah taman di STAIN iya bagus. Cuma kurangnya di sini tidak ada rumput. Rumput yang biasa ada di taman. Kalo masalah tempat ya terserah atasan. Tentang penghijauan dan kerindangannya sekarang sudah mulai ada penanaman bibit. Tinggal tunggu waktu saja,” ungkapnya kepada Vita Pos. (Ani)
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tak Disupport Kampus, Tim Futsal IAIN Madura Raih Juara Tingkat Provinsi

21 Februari 2024 - 06:34 WIB

Tim futsal UKOR

6 Juni 2022 - 08:13 WIB

Dema IAIN Madura Desak Kampus Transparansi soal Refocusing Anggaran

12 Oktober 2021 - 00:27 WIB

Movies On A Budget: 5 Tips From The Great Depression

1 September 2021 - 12:25 WIB

If You Want To Be A Winner, Change Your Movie Philosophy Now!

1 September 2021 - 02:02 WIB

Warning: What Can You Do About Movie Right Now

1 September 2021 - 01:52 WIB

Trending di Uncategorized