Menu

Mode Gelap
HMPS Ekonomi Syari’ah Adakan Entrepreneurship Workshop Semarak Bulan Bahasa, HMPS TBIN Adakan Pemilihan Duta Bahasa Indonesia IAIN Madura Gelar Pisah Sambut Kabiro AUAK IAIN Madura Tidak Masuk 3 Besar Kampus Terbaik di Madura Versi Kemendikbudristek RI Dianggap Tidak Mendidik, Konten IMTV Mendapat Kritikan

News · 27 Feb 2020 12:51 WIB ·

Subhan Fauzi: Selain Prestasi Akademik, Menjadi Hakim Harus Bisa Baca Kitab Kuning


 Subhan Fauzi: Selain Prestasi Akademik, Menjadi Hakim Harus Bisa Baca Kitab Kuning Perbesar

Khidmat : Subhan Fauzi saat diPodium

IAIN Madura, Activita– Sebagai orang yang berpengalaman di bidang hukum, Subhan Fauzi, S.H., M.H. Ketua Pengadilan Agama Sumenep motivasi mahasiswa Fakultas Syari’ah dalam acara kuliah tamu bertema “Peluang Sarjana Syari’ah Menjadi Praktisi Hukum” di Auditorium Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, Kamis (27/02/20).

Pria kelahiran jawa barat itu menjelaskan beberapa hal, seperti syarat untuk menjadi hakim. “Untuk menjadi hakim dibutuhkan beberapa potensi yang harus dimiliki dan syarat yang harus dilengkapi, selain kita harus punya ijazah, syarat lain seperti mampu membaca kitab kuning, beragama Islam, berkebangsaan Indonesia, dan bertakwa,” tuturnya.

Selain mahasiswa yang memiliki predikat cumlaude menjadi prioritas, prestasi-prestasi akademik lainnya juga menjadi syarat yang harus dipenuhi. “Seperti pada tahun 2017, syarat menjadi hakim adalah dia harus mempunyai prestasi akademik minimal dengan IPK 2,5, dan memahami kitab kuning,” imbuh Ketua PA Sumenep kelas 1B tersebut.

Petinggi lulusan Universitas syarif hidayatullah Jakarta tersebut menjelaskan tentang macam-macam pengadilan dan pendapatan hakim. “Pengadilan itu bermacam-macam, ada pengadilan agama, pengadilan umum, dan pengadilan militer. Namun, jika kita memilih pengadilan militer, sebelumnya kita harus masuk dulu menjadi anggota militer dan pendapatannya sendiri bermacam dan itu relatif tergantung tingkatannya” tegas pak subhan.

Menanggapi pertanyaan salah satu mahasiswa, Subhan Fauzi menjelaskan, alasan membaca kitab kuning sebagai persyaratan, karena jika ada permasalahan yang berkaitan dengan hukum, sedangkan pada pasal sudah tidak ditemukan jalan keluarnya, maka seorang hakim harus mengambil jalan keluar dengan istinbath atau mengambil hukum dari kitab.

Di akhir acara, Kudrat Abdillah selaku moderator menuturkan, Fakultas Syari’ah sudah menyediakan program khusus untuk masalah membaca kitab kuning. “Di Fakultas Syariah, kita sudah mempunyai program khusus untuk baca kitab, jadi tidak perlu risau dengan hal demikian,” ungkapnya. (Aqil)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ini Pesan Dekan Faud kepada Mahasiswa Terpilih untuk Program Penelitian dan PkM Internasional

4 April 2024 - 04:02 WIB

Sosialisasi Penelitian dan PkM Internasional Fakultas Ushuluddin dan Dakwah

Laksanakan Semarak Ramadhan Bersama UKK FPM FEBI: Upaya Menebar Hal Positif pada Masyarakat Sekitar

31 Maret 2024 - 16:06 WIB

Semarak Ramadhan Bersama UKK FPM FEBI

Ketua Dema Fakultas Tarbiyah Tuntut SK Asli, Wadek III Beri Tanggapan

31 Maret 2024 - 04:37 WIB

Ilustrasi foto dari https://pin.it/6MX4GFmZr

Penipuan Mengatasnamakan Dosen IAIN Madura, Beberapa Mahasiswa Telah Menjadi Korban

30 Maret 2024 - 03:29 WIB

Sumber foto: https://pin.it/1Jr4Mrhzk

Prodi HES Sukses Gelar Meet and Greet: Optimis Jadikan Madura Sebagai Hook Sentral Industri Halal Nasional

20 Maret 2024 - 03:45 WIB

Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Sukses Gelar Meet and Greet Bersama Ketua POSDHESI

UKK Pramuka Sajikan Hal Unik di Closing Dies Maulidiyah: Upaya Mengenalkan Budaya Daerah

16 Maret 2024 - 11:09 WIB

Closing Dies Maulidiyah XXXII UKK PRAMUKA IAIN Madura
Trending di Liputan Khusus