Menu

Mode Gelap
HMPS Ekonomi Syari’ah Adakan Entrepreneurship Workshop Semarak Bulan Bahasa, HMPS TBIN Adakan Pemilihan Duta Bahasa Indonesia IAIN Madura Gelar Pisah Sambut Kabiro AUAK IAIN Madura Tidak Masuk 3 Besar Kampus Terbaik di Madura Versi Kemendikbudristek RI Dianggap Tidak Mendidik, Konten IMTV Mendapat Kritikan

Uncategorized · 12 Nov 2018 02:05 WIB ·

Sekantong bekal, Sekarang Pengalaman


 Sekantong bekal, Sekarang Pengalaman Perbesar

Judul buku : Arah Langkah
Penulis : Fiersa Besari
Jumlah halaman : 304 halaman
Penyunting : Juliagar R. N.
Penyunting akhir : Agus Wahadyo
Desain cover : Budi Setiawan
Penata Letak : Didit Sasono
Foto : Fiersa Besari, Anisa Andini, Baduy
Tahun terbit : 2018
Penerbit : Mediakita
Peresensi : Lensa

“Capai” adalah kata yang tidak asing bagi kita dan yang selalu ada di benak kita entah cita maupun rencana saja, begitupun dengan bung fiersa besari yang telah menyelesaikan petualangannya di indonesia dengan mengabadikannya di sebuah buku, yaitu Arah Langkah.

“Yang paling aku senangi dari petualangan ini adalah sejauh apapun jalan yang kita tempuh, tujuan akhir selalu rumah” yang terdapat di cover dapan dan di halaman 235. Saat membaca buku ini, seolah olah kita sebagai pembaca terbawa mengelilingi indonesia dan memang benar adanya antara berita di televisi sebanding dengan kenyataan yang telah di telusuri oleh bung fiersa besari yang di perkuat dengan kenangan berupa foto bersama sahabatnya di setiap judul di dalam buku Arah langkah ini. Bukan hanya itu saja, dalam beberapa bab di beri judul yang sangat menarik dengan format seperti kamus sehingga akan menambah pengetahuan baru bagi pembaca dan banyak sekali kata yang asing bagi pembaca namun tidak usah khawatir penulis telah melengkapi dengan catatan kaki. Sungguh sangat baik untuk menjadi bahan bacaan apalagi bagi pemula yang tidak begitu memahami dengan bahasa ilmiah.

“Bukanlah kenangan buruk yang akan membuat kita bersedih, tapi kenangan terindah yang takkan bisa terulang kembali” halaman 246. Penulis secara tidak langsung mengajarkan untuk tidak pernah takut melakukan sesuatu yang ingin di capai karena penyesalan tidak mungkin dan tidak pernah hadir di awal tetaplah di akhir. Maka dari itu, bangkitlah sebab di balik kesedihan akan ada kebahagiaan yang indah.

Dengan bermodal kecil dan membawa tas ranselnya, bung tetap saja melanjutkan perjalanannya. Tidak mungkin di setiap hidup itu tidak terdapat kejadian yang diinginkan  begitupun dengan bung dan sahabatnya yang mampu membenahi disetiap permasalahan yang menimpa mereka lantaran mereka yakin disetiap usaha yang ia lakukan mampu menjumpai indonesia barat sampai di indonesia bagian timur. Akan tetapi, penulis tidak melanjutkan bagaimana arah pulangnya setiba di rumah. Seandainya saja di lanjutkan tentu membuat pembaca seperti malaikat yang selalu mengikuti jejak bung fiersa besari.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tak Disupport Kampus, Tim Futsal IAIN Madura Raih Juara Tingkat Provinsi

21 Februari 2024 - 06:34 WIB

Tim futsal UKOR

6 Juni 2022 - 08:13 WIB

Dema IAIN Madura Desak Kampus Transparansi soal Refocusing Anggaran

12 Oktober 2021 - 00:27 WIB

Movies On A Budget: 5 Tips From The Great Depression

1 September 2021 - 12:25 WIB

If You Want To Be A Winner, Change Your Movie Philosophy Now!

1 September 2021 - 02:02 WIB

Warning: What Can You Do About Movie Right Now

1 September 2021 - 01:52 WIB

Trending di Uncategorized