Menu

Mode Gelap
HMPS Ekonomi Syari’ah Adakan Entrepreneurship Workshop Semarak Bulan Bahasa, HMPS TBIN Adakan Pemilihan Duta Bahasa Indonesia IAIN Madura Gelar Pisah Sambut Kabiro AUAK IAIN Madura Tidak Masuk 3 Besar Kampus Terbaik di Madura Versi Kemendikbudristek RI Dianggap Tidak Mendidik, Konten IMTV Mendapat Kritikan

puisi · 23 Mar 2024 09:32 WIB ·

ROMANTIKA WERKUDARA-MAHASISWA


 Kata puisi Perbesar

Kata puisi

“Mikul Dhuwur, Mendhem Jero”

Serat pitakan sejarah romantika perjuangan ayahku Werkudara

Kisah ayahku mengharum manis di atas ukiran Astadasaparwa

Ayahku Werkudara dan para Pandawa berjuang di bumi Astinapura, terlagu dalam serat Mahabharata

Masa-masa kedigdayaan negeri Astinapura setelahnya, menjadi saksi dari tangis dan tragis yang ayahku ratapi selama 12 tahun dalam masa pembuangannya

Namun kini, setelah berabad-abad, ayahku harum berkat perjuangannya

Lalu bagaimana dengan aku?

Namaku Mahasiswa, aku titisan Werkudara

Sudah seperempat abad aku hanya duduk bersila di atas negeri yang ayahku perjuangkan

Sambil sesekali mendengar pitutur kisah ayahku, melayani rakyatnya, mengabdikan dirinya

Astinapuraku dulu menjadi negeri yang lain,

Kisah Pandawa dulu menjelma mahasiswa-mahasiswa sekarang, dengan berbagai suka dan dukanya

Memang benar tidak berjumlah lima orang, bahkan juga tidak harus menjadi kisah Mahabharata, namun di dalamnya terkandung segalanya, tentang jelmaan Pandawa serta kisah keberanian dan kebaikannya

Sudah sepantasnya aku menjadi Werkudara,

Dia hidup dalam diriku, dan aku harus menghidupkan namanya kembali dengan caraku, lewat namaku sebagai Mahasiswa

“Dudu sanak dudu kadang, yen mati melu kelangan”

Kehormatanku kuabdikan untuk nilai luhur nan selalu terjaga,

Bahuku kuabdikan untuk perubahan rakyat negeriku yang berbahagia

Hatiku kuabdikan untuk akhlak luhur nan mulia,

Dan pikiranku kuabdikan untuk menjaga kesatuan negeriku yang sejahtera

Mungkin aku bukan Werkudara dengan kisah heroik Mahabharata,

Tapi aku Mahasiswa, dengan masa keemasan yang akan ku rajut setelahnya

“Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe”

“Adigang, Adigung, Adiguna….”

Berdayalah kita Mahasiswa…

(Zulfan Fahrosi/Activita)

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kepada Kekasih

31 Maret 2024 - 12:09 WIB

Kata Puisi

DI SEPERTIGA MALAM

22 Maret 2024 - 11:06 WIB

Kata puisi

Kemana Jati diri Mahasiswa

3 Juni 2023 - 12:35 WIB

SERIGALA

3 Juni 2023 - 12:26 WIB

Pemangku Jabatan

3 Juni 2023 - 12:06 WIB

Kisah Keluh Kesah Rakyat Kecil

9 Maret 2023 - 13:18 WIB

Trending di puisi