Menu

Mode Gelap
HMPS Ekonomi Syari’ah Adakan Entrepreneurship Workshop Semarak Bulan Bahasa, HMPS TBIN Adakan Pemilihan Duta Bahasa Indonesia IAIN Madura Gelar Pisah Sambut Kabiro AUAK IAIN Madura Tidak Masuk 3 Besar Kampus Terbaik di Madura Versi Kemendikbudristek RI Dianggap Tidak Mendidik, Konten IMTV Mendapat Kritikan

cerpen · 29 Mei 2023 13:40 WIB ·

Perjalanan Cahaya


 Perjalanan Cahaya Perbesar

 

Activita.co.id- Suasana pagi hari yang cerah menyambut kedatangan Rizki, seorang santri baru di

Pesantren Cahaya Hikmah. Rizki adalah anak yatim piatu yang tumbuh di panti asuhan sejak

kecil. Ketika ia mendengar tentang Pesantren Cahaya Hikmah yang terkenal dengan

pendidikan agamanya yang kokoh, hatinya pun bergetar. Dalam benaknya, ia

membayangkan kesempatan untuk belajar dan tumbuh dalam lingkungan yang penuh

cahaya itu.

Setelah tiba di pesantren, Rizki disambut hangat oleh para santri senior dan para

ustadz yang ramah. Dalam kehidupan sehari-hari, Rizki mengikuti jadwal yang ketat,

dimulai dari shalat berjamaah di masjid hingga pelajaran agama dan bahasa Arab. Ia juga

belajar keterampilan lain seperti seni kaligrafi dan ilmu pengetahuan umum.

Di antara semua kegiatan yang ia lakukan, Rizki sangat tertarik dengan pengajaran

sejarah Islam. Ia menyadari bahwa banyak kisah heroik dan inspiratif dari masa lalu yang

bisa dijadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu tokoh yang paling ia kagumi

adalah Khalid bin Walid, seorang jenderal yang ulung dalam perang dan taat dalam agama.

Suatu hari, saat Rizki berjalan-jalan di sekitar pesantren, ia menemukan sebuah buku

kuno yang tergeletak di antara reruntuhan bangunan tua. Tertarik dengan penemuan itu,

Rizki membawanya pulang dan mulai membacanya. Ternyata, buku itu berisi kisah-kisah

tentang para tokoh Islam dan perjalanan hidup mereka. Karena membaca buku itu, Rizki

semakin terinspirasi oleh keberanian dan kegigihan para tokoh yang digambarkan dalam

cerita. Ia bersemangat untuk mengikuti jejak mereka dan berusaha menjadi orang yang

bermanfaat bagi agama dan masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, Rizki semakin berkembang secara pribadi dan spiritual.

Ia menjadi salah satu santri yang paling rajin dalam menghafal Al-Qur’an dan sering terlihat

membantu teman-temannya dalam berbagai hal. Ketika ada santri yang kesulitan

memahami pelajaran, Rizki selalu bersedia memberikan penjelasan dengan sabar dan penuh

pengertian.

Namun, perjalanan Rizki tidak selalu mulus. Ia menghadapi ujian yang berat ketika

salah seorang temannya jatuh sakit parah. Rizki merasa sedih dan bingung karena tidak tahu

apa yang harus ia lakukan. Ia kemudian mengingat salah satu cerita dalam buku kuno yang

pernah ia temukan. Dalam

cerita tersebut, menceritakan tentang seorang dokter muslim terkenal yang selalu memberikan

pengobatan dan bantuan kepada siapa pun yang membutuhkannya. Terinspirasi oleh cerita yang ia baca, Rizki pergi mencari informasi tentang penyakit temannya dan berbicara dengan

para ustadz dan guru di pesantren. Ia belajar tentang pengobatan alternatif dan berdoa

dengan tulus agar temannya cepat sembuh. Dengan izin Allah, teman Rizki akhirnya

sembuh. Semua orang di pesantren terharu melihat ketulusan Rizki dan kesungguhannya

dalam membantu orang lain. Ia menjadi teladan bagi para santri lainnya.

Hari-hari Rizki di Pesantren Cahaya Hikmah berlalu dengan penuh makna dan

kebahagiaan. Ia semakin mengerti bahwa menjadi seorang santri tidak hanya tentang belajar

agama, tetapi juga tentang menjadi sosok yang peduli dan siap membantu sesama. Ketika

waktunya tiba untuk pulang, Rizki meninggalkan pesantren dengan hati yang penuh syukur.

Ia merasa bahwa perjalanan di Pesantren Cahaya Hikmah telah mengubah hidupnya secara

positif. Dalam hatinya, ia berjanji untuk terus menjaga cahaya yang telah ditemukan di

pesantren itu dan meneruskannya kepada orang lain di sepanjang hidupnya.

Dengan semangat dan keyakinan yang baru, Rizki kembali ke panti asuhan dengan

harapan membawa perubahan positif kepada sesama anak-anak yatim piatu lainnya. Ia yakin

bahwa cahaya yang ia temukan di pesantren akan terus menyala dalam perjalanan hidupnya,

membawa kebaikan bagi semua orang yang ia temui. (Syahiduddin/Activita)

 

Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mawar dan Durinya

21 Juni 2023 - 03:36 WIB

Kemana Jati diri Mahasiswa

3 Juni 2023 - 12:35 WIB

SERIGALA

3 Juni 2023 - 12:26 WIB

Pemangku Jabatan

3 Juni 2023 - 12:06 WIB

Kisah Keluh Kesah Rakyat Kecil

9 Maret 2023 - 13:18 WIB

SYUKUR

27 Februari 2023 - 23:47 WIB

Trending di puisi