MAJALAH ACTIVITA KEMBALI HADIR DI STAIN
Perbesar
STAIN Pamekasan- Majalah Activita akhirnya kembali hadir di lingkungan STAIN Pamekasan. Pembagian ini dilaksankan mulai Kamis hingga Jumat (red: 13-14/10 2016) lalu. Kegiatan pembagian majalah Activita oleh UKK LPM Activita ini berlokasi di sebelah selatan auditorimu stain pamekasan.
Abd Gafur selaku pimpinan umum UKK LPM Activita mengatakan, kegiatan pembagian majalah Activita ini sudah menjadi agenda tahunan. Tujuan pendistribusian majalah, jelas Gafur, untuk memberikan sumbangsih pemikiran melalui tulisan kepada seluruh civitas akademika stain pamekasan. “majalah ini memeang sudah menjadi agenda kami dalam setip tahunnya. Dimana tujuannya untuk saling mebagi pengtehuan lewat tulisan.” Ujarnya.
Ketika ditanyai masalah dana, mahasiswa asala pantura itu menjelaskan, bahwa dana itu memang sudah disediakan oleh kampus untuk biaya pecetakan. Ia menambahkan, jumlah dana yang untuk majalah tidak tahu secara pasti. “Karena itu kan yang ngurus adalah kepengurusan sebelumnya. Dan pembagiannya saja yang dilimpahkan ke saya”. Paparnya pada Vita Pos.
Adapun pengambilan tema dalam setiap majalah Activita, Gafur menuturkan, dilakukan dua tahap. Pertama atas dasar isu dan yang kedua atas dasar kesepakatan kru yang sudah terbentuk. Biasanya ketika penggarapan majalah akan dimulai, lanjut mahasiswa mpi itu, pengurus LPM Activita mengadakan musyawarah terlebih dahulu dan mengumpulkan berbagai issu, kemudian issu tersebut dipilih. “Kemarin kesepakatan teman-teman adalah pembentukan provinsi Madura. Kemudian tema yang kami ambil adalah Madura mau dibawa kemana?”. Ujarnya.
Ia menambahkan, untuk isi dari majalah Activita tersebut siapapun boleh mengisi tidak terkecuali yang bukan anggota LPM. “Pengurus akan menampung semua karya dari mahasiswa kemudian karya tersebut akan diseleksi dan diambil yang paling tepat dan sesuai dengan tema majalah.” Ungkapnya. Namun jika tidak ada mahasiswa yang mengirimkan naskhanya ke pihak LPM, lanjutnya, maka pengurus sendiri yang mengisinya.
Sekeratis umum UKK LPM Activita, Abd Rahman menjelaskan, jumlah cetak majalah Activita edisi ke 40 itu terhitung 3000 eksemplar. Mahasiswa TBI itu menambahkan, pembagian yang berlangsung 2 hari itu tidak lantas mendapat respon positif dari seluruh mahasiswa. Ada sebagian yang acuh dan masa bodoh pada majalah Activita yang dibagikan. Mahasiswa TBI itu menambahkan, Kendala yang dirasakan juga berkaitan dengan tempat yang kurang strategis sehingga ada mahasiswa yang tidak kebagian karena dia tidak tahu kalau ada pembagian majalah. Ia berharapa, mahasiswa tidak hanya sebatas mengambil majalah tapi juga membacanya dan apabila ada kritikan bisa disampaikan.
Alfiyah Thayyibah (PBS/3) mentakan, dirinya tidak mendapatkan majalah. “Saya tidak tahu mengenai majalah Activita itu, saya tidak kebagian. Ya mungkin karena saya pulang tidak lewat pos satpam jadi tidak tahu kalau di sampingnya ada pembagian majalah.” Keluhnya pada vita pos.
Berbeda dengan alfiyah, anni masruroh mengatakan, bahwa upaya LPM Activita sangat bagus dalam pembagian majlah tersebut.bahkan ia sangat berterimakasih pada lm activita kerena sudah diberi majalah edisi ke 40 itu. “Dengan majlah yang diberikan activita tersebut, mahasiswa tidak kekurangn informasi apalgi sudah digratiskan.” Pungkasnya. (Yul)
Artikel ini telah dibaca 5 kali
MAJALAH ACTIVITA KEMBALI HADIR DI STAIN
Perbesar
STAIN Pamekasan- Majalah Activita akhirnya kembali hadir di lingkungan STAIN Pamekasan. Pembagian ini dilaksankan mulai Kamis hingga Jumat (red: 13-14/10 2016) lalu. Kegiatan pembagian majalah Activita oleh UKK LPM Activita ini berlokasi di sebelah selatan auditorimu stain pamekasan.
Abd Gafur selaku pimpinan umum UKK LPM Activita mengatakan, kegiatan pembagian majalah Activita ini sudah menjadi agenda tahunan. Tujuan pendistribusian majalah, jelas Gafur, untuk memberikan sumbangsih pemikiran melalui tulisan kepada seluruh civitas akademika stain pamekasan. “majalah ini memeang sudah menjadi agenda kami dalam setip tahunnya. Dimana tujuannya untuk saling mebagi pengtehuan lewat tulisan.” Ujarnya.
Ketika ditanyai masalah dana, mahasiswa asala pantura itu menjelaskan, bahwa dana itu memang sudah disediakan oleh kampus untuk biaya pecetakan. Ia menambahkan, jumlah dana yang untuk majalah tidak tahu secara pasti. “Karena itu kan yang ngurus adalah kepengurusan sebelumnya. Dan pembagiannya saja yang dilimpahkan ke saya”. Paparnya pada Vita Pos.
Adapun pengambilan tema dalam setiap majalah Activita, Gafur menuturkan, dilakukan dua tahap. Pertama atas dasar isu dan yang kedua atas dasar kesepakatan kru yang sudah terbentuk. Biasanya ketika penggarapan majalah akan dimulai, lanjut mahasiswa mpi itu, pengurus LPM Activita mengadakan musyawarah terlebih dahulu dan mengumpulkan berbagai issu, kemudian issu tersebut dipilih. “Kemarin kesepakatan teman-teman adalah pembentukan provinsi Madura. Kemudian tema yang kami ambil adalah Madura mau dibawa kemana?”. Ujarnya.
Ia menambahkan, untuk isi dari majalah Activita tersebut siapapun boleh mengisi tidak terkecuali yang bukan anggota LPM. “Pengurus akan menampung semua karya dari mahasiswa kemudian karya tersebut akan diseleksi dan diambil yang paling tepat dan sesuai dengan tema majalah.” Ungkapnya. Namun jika tidak ada mahasiswa yang mengirimkan naskhanya ke pihak LPM, lanjutnya, maka pengurus sendiri yang mengisinya.
Sekeratis umum UKK LPM Activita, Abd Rahman menjelaskan, jumlah cetak majalah Activita edisi ke 40 itu terhitung 3000 eksemplar. Mahasiswa TBI itu menambahkan, pembagian yang berlangsung 2 hari itu tidak lantas mendapat respon positif dari seluruh mahasiswa. Ada sebagian yang acuh dan masa bodoh pada majalah Activita yang dibagikan. Mahasiswa TBI itu menambahkan, Kendala yang dirasakan juga berkaitan dengan tempat yang kurang strategis sehingga ada mahasiswa yang tidak kebagian karena dia tidak tahu kalau ada pembagian majalah. Ia berharapa, mahasiswa tidak hanya sebatas mengambil majalah tapi juga membacanya dan apabila ada kritikan bisa disampaikan.
Alfiyah Thayyibah (PBS/3) mentakan, dirinya tidak mendapatkan majalah. “Saya tidak tahu mengenai majalah Activita itu, saya tidak kebagian. Ya mungkin karena saya pulang tidak lewat pos satpam jadi tidak tahu kalau di sampingnya ada pembagian majalah.” Keluhnya pada vita pos.
Berbeda dengan alfiyah, anni masruroh mengatakan, bahwa upaya LPM Activita sangat bagus dalam pembagian majlah tersebut.bahkan ia sangat berterimakasih pada lm activita kerena sudah diberi majalah edisi ke 40 itu. “Dengan majlah yang diberikan activita tersebut, mahasiswa tidak kekurangn informasi apalgi sudah digratiskan.” Pungkasnya. (Yul)
Artikel ini telah dibaca 0 kali
Baca Lainnya
Trending di Kabar Kampus