Menu

Mode Gelap
HMPS Ekonomi Syari’ah Adakan Entrepreneurship Workshop Semarak Bulan Bahasa, HMPS TBIN Adakan Pemilihan Duta Bahasa Indonesia IAIN Madura Gelar Pisah Sambut Kabiro AUAK IAIN Madura Tidak Masuk 3 Besar Kampus Terbaik di Madura Versi Kemendikbudristek RI Dianggap Tidak Mendidik, Konten IMTV Mendapat Kritikan

Artikel Lawas · 25 Mar 2013 17:21 WIB ·

Mahasiswa PAI Peduli, HIMA PRODI PAI Bangkit


 Mahasiswa PAI Peduli, HIMA PRODI PAI Bangkit Perbesar

Untuk menyemarakkan Hari Lahir (Harlah) STAIN yang ke  XVI, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HIMA Prodi PAI) mengadakan seminar dengan tema “Urgensitas PAI dalam Transformasi Budaya Sosial”. Acara yang berlangsung pada Senin (25/03/2013) tersebut berlangsung dengan kondusif. Seminar tersebut diadakan menilik pada pentingnya Pendidikan Agama Islam bagi sosial budaya.

“Seminar ini lebih ditekankan pada mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam,” ungkap Miftahul Arifin selaku ketua HIMA Prodi PAI.

Seminar yang diadakan oleh HIMA Prodi PAI ini bertujuan agar mahasiswa PAI mampu mengemban amanahnya sebagai sarjana PAI untuk menunjukkan pada masyarakat tentang arti pentingnya Pendidikan Agama Islam, disamping juga mampu menghapus asusmsi salah dari masyarakat tentang kapabilitas sarjana PAI masa depan.

Miftah menuturkan, peserta yang hadir  berkisar 350 mahasiswa. Jumlah itu masih sangat minim dibandingkan jumlah mahsiswa PAI yang ribuan. Sejatinya panitia berharap 500 mahasiswa yang hadir pada acara seminar tersebut. Menurutnya, minimnya mahasiswa PAI yang hadir karena kurangnya kerjasama antara dosen dan mahasiswa.

Minggu (24/03/2013) sebenarnya telah ada kabar bahwa Senin, (25/03/2013) mahasiswa PAI diliburkan agar mereka hadir pada seminar, mengingat pentingnya acara seminar tersebut. Namun kabar itu hanya seperti angin belaka. Sehingga mahasiswa yang menghadiri seminar nyatanya masih jauh dari jumlah yang ditargetkan. Hanya sebagian mahasiswa yang bisa mengikuti acara seminar pendidikan ini.

Narasumber yang sengaja didatangkan dari UIN Malang, mampu menarik minat mahasiswa untuk mengetahui tentang urgensi PAI di masa depan. Sekitar enam mahasiswa bertanya dengan beragam pertanyaan.

Miftah lebih lanjut memaparkan, seminar itu diharapkan mampu memberikan pemahaman bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa PAI, agar nantinya dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa PAI tidak lagi dipandang sebelah mata. Sehingga seminar ini tidaklah sia-sia diadakan. Miftah menambakan, seminar ini sebenarnya merupakan upaya agar mahasiswa dapat bertarung dengan berbagai budaya yang ada di era postmodern ini.

Dari awal acara berjalan sangat kondusif. Namun saat menjelang akhir, tepatnya ketika sampai pada sesi pertanyaan, ada gangguan dengan padamnya listrik, sehingga acara yang tadinya kondusif, semakin menurun.

Harapan besar dari ketua HIMA Prodi PAI agar mahasiswa benar-benar menjadi mahasiswa yang mempunyai kapabilitas keilmuan tentang kiprah pendidikan Islam di era modern. Sebab dalam pandangannya, ketika mahasiswa sudah ikut arus global dan tidak lagi peduli dengan keadaan pendidikan Islam, maka akan terjadi kehancuran.

Harapan mahasiswa PAI semester VI tersebut untuk Harlah STAIN Pamekasan selanjutnya, acara yang diadakan lebih meriah serta mempertimbangkan kembali acara-acara yang akan diagendakan. Meskipun acara saat ini sudah sukses, namun tahun depan ia berharap agar lebih meriah lagi dan menarik perhatian mahasiswa khususnya.
(hsb/MTR)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Artikel Lawas · 25 Mar 2013 17:21 WIB ·

Mahasiswa PAI Peduli, HIMA PRODI PAI Bangkit


 Mahasiswa PAI Peduli, HIMA PRODI PAI Bangkit Perbesar

Untuk menyemarakkan Hari Lahir (Harlah) STAIN yang ke  XVI, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HIMA Prodi PAI) mengadakan seminar dengan tema “Urgensitas PAI dalam Transformasi Budaya Sosial”. Acara yang berlangsung pada Senin (25/03/2013) tersebut berlangsung dengan kondusif. Seminar tersebut diadakan menilik pada pentingnya Pendidikan Agama Islam bagi sosial budaya.

“Seminar ini lebih ditekankan pada mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam,” ungkap Miftahul Arifin selaku ketua HIMA Prodi PAI.

Seminar yang diadakan oleh HIMA Prodi PAI ini bertujuan agar mahasiswa PAI mampu mengemban amanahnya sebagai sarjana PAI untuk menunjukkan pada masyarakat tentang arti pentingnya Pendidikan Agama Islam, disamping juga mampu menghapus asusmsi salah dari masyarakat tentang kapabilitas sarjana PAI masa depan.

Miftah menuturkan, peserta yang hadir  berkisar 350 mahasiswa. Jumlah itu masih sangat minim dibandingkan jumlah mahsiswa PAI yang ribuan. Sejatinya panitia berharap 500 mahasiswa yang hadir pada acara seminar tersebut. Menurutnya, minimnya mahasiswa PAI yang hadir karena kurangnya kerjasama antara dosen dan mahasiswa.

Minggu (24/03/2013) sebenarnya telah ada kabar bahwa Senin, (25/03/2013) mahasiswa PAI diliburkan agar mereka hadir pada seminar, mengingat pentingnya acara seminar tersebut. Namun kabar itu hanya seperti angin belaka. Sehingga mahasiswa yang menghadiri seminar nyatanya masih jauh dari jumlah yang ditargetkan. Hanya sebagian mahasiswa yang bisa mengikuti acara seminar pendidikan ini.

Narasumber yang sengaja didatangkan dari UIN Malang, mampu menarik minat mahasiswa untuk mengetahui tentang urgensi PAI di masa depan. Sekitar enam mahasiswa bertanya dengan beragam pertanyaan.

Miftah lebih lanjut memaparkan, seminar itu diharapkan mampu memberikan pemahaman bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa PAI, agar nantinya dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa PAI tidak lagi dipandang sebelah mata. Sehingga seminar ini tidaklah sia-sia diadakan. Miftah menambakan, seminar ini sebenarnya merupakan upaya agar mahasiswa dapat bertarung dengan berbagai budaya yang ada di era postmodern ini.

Dari awal acara berjalan sangat kondusif. Namun saat menjelang akhir, tepatnya ketika sampai pada sesi pertanyaan, ada gangguan dengan padamnya listrik, sehingga acara yang tadinya kondusif, semakin menurun.

Harapan besar dari ketua HIMA Prodi PAI agar mahasiswa benar-benar menjadi mahasiswa yang mempunyai kapabilitas keilmuan tentang kiprah pendidikan Islam di era modern. Sebab dalam pandangannya, ketika mahasiswa sudah ikut arus global dan tidak lagi peduli dengan keadaan pendidikan Islam, maka akan terjadi kehancuran.

Harapan mahasiswa PAI semester VI tersebut untuk Harlah STAIN Pamekasan selanjutnya, acara yang diadakan lebih meriah serta mempertimbangkan kembali acara-acara yang akan diagendakan. Meskipun acara saat ini sudah sukses, namun tahun depan ia berharap agar lebih meriah lagi dan menarik perhatian mahasiswa khususnya.
(hsb/MTR)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ormawa Fakultas Tarbiyah Lakukan Audensi, Pihak Dekanat Beri Tanggapan

12 Juni 2024 - 05:43 WIB

Audensi Ormawa Terhadap Dekanat Fakultas Tarbiyah

Tunjukkan Kesolidan, Ormawa Fasya Gelar Pelantikan Raya

12 Juni 2024 - 01:17 WIB

pelantikan raya fakultas syari'ah 2024

Sema, Dema, dan UKK FPM FEBI Adakan Pelantikan Kolaboratif, Ini Tanggapan Pihak Fakultas Ekonomi dan Bisnis

10 Juni 2024 - 14:15 WIB

Pelantikan Kolaboratif Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Adakan Pekan Berkah 2024, UPZ IAIN Madura Sertakan Bazar dalam Rentetan Kegiatan

10 Juni 2024 - 01:50 WIB

Pekan Berkah UPZ IAIN Madura

Dilantik Sebagai Wakil Dema I, Demisioner PU LPM Activita Minta Kampus Lakukan Perbaikan

8 Juni 2024 - 23:57 WIB

Wakil Presiden Mahasiswa IAIN Madura 2024-2025

Patut Dicontoh, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Libatkan Mahasiswa dalam Penelitian Internasional

7 Juni 2024 - 15:10 WIB

Tim Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah
Trending di Kabar Kampus