Menu

Mode Gelap
HMPS Ekonomi Syari’ah Adakan Entrepreneurship Workshop Semarak Bulan Bahasa, HMPS TBIN Adakan Pemilihan Duta Bahasa Indonesia IAIN Madura Gelar Pisah Sambut Kabiro AUAK IAIN Madura Tidak Masuk 3 Besar Kampus Terbaik di Madura Versi Kemendikbudristek RI Dianggap Tidak Mendidik, Konten IMTV Mendapat Kritikan

Essay · 17 Feb 2023 07:21 WIB ·

KAMPUS AKHIRNYA HANYA MENJADI TEMPAT FASHION SHOW


 KAMPUS AKHIRNYA HANYA MENJADI TEMPAT FASHION SHOW Perbesar

 

Activita.co.id Setelah lulus, anak-anak SMA atau yang sederajat akan berlomba-lomba untuk menyasar kampus yang mereka inginkan. Biasanya kalau tidak bisa lulus dikampus ternama, mereka akan mencari kampus terfavorit atau pada akhirnya kampus yang paling memungkinkan menerima mereka sebagai mahasiswa baru. Memilih kampus ternama atau terfavorit menurut penilaian mereka bukanlah tanpa alasan, mereka beranggapan bahwa kuliah dikampus ternama dan terfavorit merupakan suatu kebanggan sendiri. Lebih jauh mereka beranggapan bahwa kampus menentukan kualitas mereka sebagai mahasiswa.

Tapi pada kenyataannya kampus tidak menjadi faktor pertama dan utama yang menentukan kualitas mahasiswa. Kualitas seorang mahasiswa tetap bergantung pada kemampuan intelektual, skill dan pengalaman mahasiswa itu sendiri. Kampus hanyalah penunjang bagi mahasiswa. Mahasiswa diberi kebebasan untuk memilih “posko-posko” tempat mereka akan meningkatkan kemampuan intelektual atau skill mereka, atau dalam bahasa sehari-hari mahasiswa “tempat dimana mereka akan berproses”.

Namun sayangnya dengan begitu banyaknya ruang bagi mahasiswa untuk berproses, nyatanya kampus pada akhirnya hanya menjadi tempat fashion show. Hal ini dapat dibuktikan ketika ada kajian-kajian rutin yang diselenggarakan oleh organisasi-organisasi yang ada dikampus hanya segelintir mahasiswa yang hadir dan aktif di forum diskusi. Sepertinya mahasiswa hari ini lebih berbangga hati menggunakan pakaian terbaru dari pada menamatkan buku-buku terbitan terbaru, dan mendiskusikannya diforum-forum yang sudah tersedia dikampus. Dengan kecintaan pada pengetahuan yang begitu minim, masihkah mahasiswa mengganggap dirinya berkualitas hanya karena kuliah di kampus ternama, terfavorit atau di kampus Negri?.

Bahkan di IAIN Madura sendiri, terlepas dari fasilitas belajar-mengajar yang sering di keluhkan oleh mahasiswa, seperti AC mati dan lain sebagainya. Mahasiswa IAIN Madura juga tidak luput dari kemirisan diatas. Ada banyak organisasi yang mampu menampung aspirasi dan sekaligus menjadi tempat meningkatkan skill mahasiwa tapi sayang sekali kenyataanya sedikit sekali mahasiswa yang dengan sungguh-sungguh mau berproses didalamnya. Banyak kajian-kajian keilmuan yang diadakan, tapi hanya sedikit mahasiswa yang menyambutnya dengan gairah keingintahuan. Mahasiswa selalu menyambut dengan hangat trend pakaian terbaru, video viral di tik-tok, dan pose foto paling trendi, tapi abai terhadap perkembangan teknologi yang semakin mempersempit ruang bagi manusia. Perkembangan teknologi seharusnya membuat kita berlari dua kali lebih cepat untuk mengejar ketertinggalan, tapi jangankan mengejar ketertinggalan, untuk memulai dengan membaca dan aktif di forum diskusi saja kita belum bisa.

Maka perlu dipertanyakan ulang apakah memang kampus yang belum bisa membangun generasi-generasi militan yang mencintai ilmu pengetahuan, meningkatkan skill, dan suka berdikusi. Atau memang mahasiswa sendiri yang memilih untuk hanya menjadikan kampus sebagai tempat mereka saling beradu fashion kekinian.

Dengan kualitas mahasiswa yang begitu memprihatinkan, IAIN Madura yang akan segera menjadi UIN Madura dalam beberapa tahun mendatang mampukah menjadi kampus yang dapat melahirkan generasi-generasi yang berkecimpung dalam dunia jurnalist, memiliki skill yang berkualitas, dan kemampuan intelektual yang bisa diakui lewat karya-karya mereka baik ilmiah maupun non ilmiah.

Sudah saatnya mahasiswa menyadari betul bahwa fashion tidak lebih penting dari membangun pondasi berpikir dan membuka cakrawa intelektual. Kampus harus menjadi tempat mahsiswa belajar baik secara teori dan mampun untuk mencari sebanyak-banyaknya pengalaman dan relasi, agar kampus tidak hanya menjadi penyuplai tenaga kerja ke instansi-instansi tapi menjadi penyuplai produsen yang dapat menyerap tenaga kerja dengan kemampuan yang mereka proleh dikampus. Kampus harus mampu mewadahi kemampuan yang ada dalam diri tiap mahasiswa. Begitupun mahasiswa juga harus memaksimalkan potensi mereka di kampus, baik melalui organisasi-organisasi yang ada dikampus atau melalui lomba-lomba diselenggarakan ditingkat mahasiswa.

(Usrotul Wafiyah/Activita)

Artikel ini telah dibaca 242 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jurus Sat-set Bikin Esai Khusus Jemaat Activita

25 Maret 2024 - 16:38 WIB

Ilustrasi kegiatan menulis. Sumber foto: (https://pixabay.com)

Kemana Jati diri Mahasiswa

3 Juni 2023 - 12:35 WIB

SERIGALA

3 Juni 2023 - 12:26 WIB

Pemangku Jabatan

3 Juni 2023 - 12:06 WIB

Perjalanan Cahaya

29 Mei 2023 - 13:40 WIB

Kisah Keluh Kesah Rakyat Kecil

9 Maret 2023 - 13:18 WIB

Trending di puisi