Menu

Mode Gelap
HMPS Ekonomi Syari’ah Adakan Entrepreneurship Workshop Semarak Bulan Bahasa, HMPS TBIN Adakan Pemilihan Duta Bahasa Indonesia IAIN Madura Gelar Pisah Sambut Kabiro AUAK IAIN Madura Tidak Masuk 3 Besar Kampus Terbaik di Madura Versi Kemendikbudristek RI Dianggap Tidak Mendidik, Konten IMTV Mendapat Kritikan

Artikel Lawas · 29 Okt 2014 16:27 WIB ·

Kajian HMJ Tarbiyah, Politik dalam Organisasi


 Kajian HMJ Tarbiyah, Politik dalam Organisasi Perbesar

STAIN Pamekasan – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tarbiyah mengadakan kajian yang bertempat di masjid kampus (29/10). Kajian yang diadakan oleh koordinator program studi (prodi) PAI ini mengambil tema “Politik dalam Organisasi”. Kajian yang dimulai sejak pukul 15.30 ini dihadiri sebanyak 100 orang termasuk pengurus. Auditorium yang biasanya dipakai untuk kegiatan mahasiswa sedang direnovasi, sedangkan Gedung Multi Center saat itu sedang dipakai, karena itulah masjid menjadi alternatif tempat untuk mengadakan kajian.

Ongky, ketua HMJ Tarbiyah mengatakan, organisasi mahasiswa (ormawa) sekarang ini sudah melenceng dari tujuan aslinya. Menurutnya, ormawa seolah tidak sejalan dengan tujuan awalnya. Hal itu dikarenakan kepentingan politik yang menyusup ke dalam ormawa. Hal ini, lanjutnya, membuat pergerakan ormawa tidak selaras dengan AD/ART yang ada di dalamnya.

Atas dasar itulah HMJ Tarbiyah mengadakan kajian ini. Diharapkan, dengan adanya kajian ini mahasiswa bisa memanfaatkan organisasi, dan mengembangkan organisasi sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalamnya. Kemudian bisa mencapai tujuan organisasi dan mampu mewadahi kepentingan mahasiswa tanpa adanya kepentingan politik.

“Karena HMJ Tarbiyah menaungi beberapa prodi, maka pengurus membentuk koordinator tiap prodi. Masing-masing koordinator nantinya akan mengadakan kajian masing-masing,” ujar Ongky.

Meskipun kajian ini diadakan oleh koordinator prodi PAI, namun yang mengikuti kajian adalah mahasiswa tarbiyah secara umum. Bahkan, ada juga mahasiswa syariah yang juga hadir dalam kajian yang berlangsung selama 90 menit ini.

Menurut Ongky, respon mahasiswa terhadap kajian sudah mulai menurun. Buktinya, saat penyampaian materi lebih banyak peserta yang berbicara sendiri daripada yang serius menyimak. Ia merasa bahwa kajian hanya dijadikan sebagai formalitas untuk mendapatkan sertifikat.

Ia melanjutkan, kajian seperti ini akan terus diadakan setiap bulannya dan dilakukan secara bergantian oleh koordinator prodi yang sudah dibentuk. Setelah masing-masing koordinator prodi mengadakan kajian, maka nantinya HMJ Tarbiyah akan mengadakan kajian akbar dalam lingkup jurusan.

Ongky berharap kepada pimpinan kampus, agar lebih mengutamakan kepentingan ormawa daripada kepentingan lainnya. Misalnya, saat gedung tidak dipakai pada waktu libur diperkenankan pada ormawa untuk menempati. Sedangkan untuk mahasiswa tarbiyah, ia berharap agar mereka lebih meningkatkan daya peka dalam bidang akademis maupun organisasi. Juga agar tidak terjadi perpecahan antara mahasiswa akademisi dan organisatoris.

“Memperdalam ilmu lewat akademis itu perlu, tapi mencari pengalaman lewat organisasi juga tak kalah penting, karena keduanya tidak dapat dipisahkan. Untuk mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi, mengikuti kajian juga perlu, agar tidak ada pertentangan yang begitu jauh dengan mahasiswa yang mengikuti organisasi,” pungkasnya.
(SNJ)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Artikel Lawas · 29 Okt 2014 16:27 WIB ·

Kajian HMJ Tarbiyah, Politik dalam Organisasi


 Kajian HMJ Tarbiyah, Politik dalam Organisasi Perbesar

STAIN Pamekasan – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tarbiyah mengadakan kajian yang bertempat di masjid kampus (29/10). Kajian yang diadakan oleh koordinator program studi (prodi) PAI ini mengambil tema “Politik dalam Organisasi”. Kajian yang dimulai sejak pukul 15.30 ini dihadiri sebanyak 100 orang termasuk pengurus. Auditorium yang biasanya dipakai untuk kegiatan mahasiswa sedang direnovasi, sedangkan Gedung Multi Center saat itu sedang dipakai, karena itulah masjid menjadi alternatif tempat untuk mengadakan kajian.

Ongky, ketua HMJ Tarbiyah mengatakan, organisasi mahasiswa (ormawa) sekarang ini sudah melenceng dari tujuan aslinya. Menurutnya, ormawa seolah tidak sejalan dengan tujuan awalnya. Hal itu dikarenakan kepentingan politik yang menyusup ke dalam ormawa. Hal ini, lanjutnya, membuat pergerakan ormawa tidak selaras dengan AD/ART yang ada di dalamnya.

Atas dasar itulah HMJ Tarbiyah mengadakan kajian ini. Diharapkan, dengan adanya kajian ini mahasiswa bisa memanfaatkan organisasi, dan mengembangkan organisasi sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalamnya. Kemudian bisa mencapai tujuan organisasi dan mampu mewadahi kepentingan mahasiswa tanpa adanya kepentingan politik.

“Karena HMJ Tarbiyah menaungi beberapa prodi, maka pengurus membentuk koordinator tiap prodi. Masing-masing koordinator nantinya akan mengadakan kajian masing-masing,” ujar Ongky.

Meskipun kajian ini diadakan oleh koordinator prodi PAI, namun yang mengikuti kajian adalah mahasiswa tarbiyah secara umum. Bahkan, ada juga mahasiswa syariah yang juga hadir dalam kajian yang berlangsung selama 90 menit ini.

Menurut Ongky, respon mahasiswa terhadap kajian sudah mulai menurun. Buktinya, saat penyampaian materi lebih banyak peserta yang berbicara sendiri daripada yang serius menyimak. Ia merasa bahwa kajian hanya dijadikan sebagai formalitas untuk mendapatkan sertifikat.

Ia melanjutkan, kajian seperti ini akan terus diadakan setiap bulannya dan dilakukan secara bergantian oleh koordinator prodi yang sudah dibentuk. Setelah masing-masing koordinator prodi mengadakan kajian, maka nantinya HMJ Tarbiyah akan mengadakan kajian akbar dalam lingkup jurusan.

Ongky berharap kepada pimpinan kampus, agar lebih mengutamakan kepentingan ormawa daripada kepentingan lainnya. Misalnya, saat gedung tidak dipakai pada waktu libur diperkenankan pada ormawa untuk menempati. Sedangkan untuk mahasiswa tarbiyah, ia berharap agar mereka lebih meningkatkan daya peka dalam bidang akademis maupun organisasi. Juga agar tidak terjadi perpecahan antara mahasiswa akademisi dan organisatoris.

“Memperdalam ilmu lewat akademis itu perlu, tapi mencari pengalaman lewat organisasi juga tak kalah penting, karena keduanya tidak dapat dipisahkan. Untuk mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi, mengikuti kajian juga perlu, agar tidak ada pertentangan yang begitu jauh dengan mahasiswa yang mengikuti organisasi,” pungkasnya.
(SNJ)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ormawa Fakultas Tarbiyah Lakukan Audensi, Pihak Dekanat Beri Tanggapan

12 Juni 2024 - 05:43 WIB

Audensi Ormawa Terhadap Dekanat Fakultas Tarbiyah

Tunjukkan Kesolidan, Ormawa Fasya Gelar Pelantikan Raya

12 Juni 2024 - 01:17 WIB

pelantikan raya fakultas syari'ah 2024

Sema, Dema, dan UKK FPM FEBI Adakan Pelantikan Kolaboratif, Ini Tanggapan Pihak Fakultas Ekonomi dan Bisnis

10 Juni 2024 - 14:15 WIB

Pelantikan Kolaboratif Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Adakan Pekan Berkah 2024, UPZ IAIN Madura Sertakan Bazar dalam Rentetan Kegiatan

10 Juni 2024 - 01:50 WIB

Pekan Berkah UPZ IAIN Madura

Dilantik Sebagai Wakil Dema I, Demisioner PU LPM Activita Minta Kampus Lakukan Perbaikan

8 Juni 2024 - 23:57 WIB

Wakil Presiden Mahasiswa IAIN Madura 2024-2025

Patut Dicontoh, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Libatkan Mahasiswa dalam Penelitian Internasional

7 Juni 2024 - 15:10 WIB

Tim Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah
Trending di Kabar Kampus