Menu

Mode Gelap
HMPS Ekonomi Syari’ah Adakan Entrepreneurship Workshop Semarak Bulan Bahasa, HMPS TBIN Adakan Pemilihan Duta Bahasa Indonesia IAIN Madura Gelar Pisah Sambut Kabiro AUAK IAIN Madura Tidak Masuk 3 Besar Kampus Terbaik di Madura Versi Kemendikbudristek RI Dianggap Tidak Mendidik, Konten IMTV Mendapat Kritikan

Artikel Lawas · 1 Nov 2014 14:25 WIB ·

Hampir Tenggelam di Bumi Perkemahan Cibubur


 Hampir Tenggelam di Bumi Perkemahan Cibubur Perbesar

Pembukaan perkemahan bela negara tingkat nasional di Cibubur, Jakarta.

STAIN Pamekasan – Salah satu cara yang dilakukan oleh UKM Pramuka untuk meningkatkan kapabilitas pengurus dalam hal kepramukaan adalah mengikutsertakan pengurus dalam kegiatan pramuka tingkat nasional. Salah satunya adalah Perkemahan Bela Negara Tingkat Nasional yang berlangsung selama 3 hari (26-29/10) di bumi perkemahan Cibubur, Jakarta.

Perkemahan ini diikuti oleh berbagai kampus di Indonesia, terdiri dari 6 kontingen dengan 70 orang peserta. Sebelum menuju bumi perkemahan, UKM Pramuka STAIN Pamekasan terlebih dahulu menuju kwarda Jawa Timur. Dari Pamekasan, 3 orang perwakilan UKM Pramuka STAIN Pamekasan berangkat ke Surabaya, berkumpul di kwarda Jawa Timur bersama kontingen Jawa Timur lainnya. Setelah itu, mereka bersama-sama menuju ke Jakarta.

Sebelum menuju ke bumi perkemahan Cibubur, pembukaan dilakukan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Setelah pembukaan para peserta mengunjungi miniatur pulau-pulau disana. Pemberian materi seputar perkemahan dilakukan setelahnya, yang dilanjutkan dengan karnaval budaya daerah sore harinya.

Selain materi, perkenalan antar kontingen dan pentas seni, ada juga aktivitas yang menantang, yakni pada saat gladi teguh. Setelah melewati beberapa pos dalam penjelajahan, peserta perkemahan harus menyeberangi sungai yang cukup lebar dengan arus air yang deras. Hilya, salah satu perwakilan UKM Pramuka STAIN Pamekasan hampir saja tenggelam saat menyeberangi danau. Menurutnya, hal itu karena ikatan pelampung yang ia pakai kurang kencang.

“Pas di tengah danau pelampungnya hampir mau lepas. Saya juga gak bisa renang. Waktu mempersiapkan pelampung saya terburu-buru, takut waktu shalat ashar habis, jadi buru-buru pasang pelampung. Untung saja salah satu peserta menolong saya. Trauma sempat ada, gak sampai nangis sih, ya diambil hikmahnya aja lah. Ke depannya berarti saya harus lebih hati-hati dalam mempersiapkan segala sesuatu,” mahasiswi PBS ini bercerita sambil mengingat momen yang membahayakan nyawanya itu.

Dari awal keberangkatan hingga tiba kembali di kampus menghabiskan waktu seminggu. Saat pulang ke kampus, Hilya dan dua orang lainnya masih harus panas-panasan saat menunggu keberangkatan bis menuju Madura yang terlambat dari jadwal.

Kholik Ketua Dewan Racana Putra berharap, anggota pramuka yang sudah mengikuti acara ini bisa membagikan dan mengaplikasikan ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan di Jakarta kepada racana yang lain. Selanjutnya, ia juga berharap agar mereka tidak hanya sekedar mengikuti acara, namun bisa memetik hikmah dari kegiatan yang sudah diikuti di Jakarta.

“Semoga tahun depan kami bisa mengirim yang lain agar pengalaman kami lebih mantap sebagaimana pramuka yang belajar di alam bebas, tidak hanya belajar di ruangan tertentu, namun kita bisa belajar banyak hal di luar,” katanya yakin.
(SNJ)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Artikel Lawas · 1 Nov 2014 14:25 WIB ·

Hampir Tenggelam di Bumi Perkemahan Cibubur


 Hampir Tenggelam di Bumi Perkemahan Cibubur Perbesar

Pembukaan perkemahan bela negara tingkat nasional di Cibubur, Jakarta.

STAIN Pamekasan – Salah satu cara yang dilakukan oleh UKM Pramuka untuk meningkatkan kapabilitas pengurus dalam hal kepramukaan adalah mengikutsertakan pengurus dalam kegiatan pramuka tingkat nasional. Salah satunya adalah Perkemahan Bela Negara Tingkat Nasional yang berlangsung selama 3 hari (26-29/10) di bumi perkemahan Cibubur, Jakarta.

Perkemahan ini diikuti oleh berbagai kampus di Indonesia, terdiri dari 6 kontingen dengan 70 orang peserta. Sebelum menuju bumi perkemahan, UKM Pramuka STAIN Pamekasan terlebih dahulu menuju kwarda Jawa Timur. Dari Pamekasan, 3 orang perwakilan UKM Pramuka STAIN Pamekasan berangkat ke Surabaya, berkumpul di kwarda Jawa Timur bersama kontingen Jawa Timur lainnya. Setelah itu, mereka bersama-sama menuju ke Jakarta.

Sebelum menuju ke bumi perkemahan Cibubur, pembukaan dilakukan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Setelah pembukaan para peserta mengunjungi miniatur pulau-pulau disana. Pemberian materi seputar perkemahan dilakukan setelahnya, yang dilanjutkan dengan karnaval budaya daerah sore harinya.

Selain materi, perkenalan antar kontingen dan pentas seni, ada juga aktivitas yang menantang, yakni pada saat gladi teguh. Setelah melewati beberapa pos dalam penjelajahan, peserta perkemahan harus menyeberangi sungai yang cukup lebar dengan arus air yang deras. Hilya, salah satu perwakilan UKM Pramuka STAIN Pamekasan hampir saja tenggelam saat menyeberangi danau. Menurutnya, hal itu karena ikatan pelampung yang ia pakai kurang kencang.

“Pas di tengah danau pelampungnya hampir mau lepas. Saya juga gak bisa renang. Waktu mempersiapkan pelampung saya terburu-buru, takut waktu shalat ashar habis, jadi buru-buru pasang pelampung. Untung saja salah satu peserta menolong saya. Trauma sempat ada, gak sampai nangis sih, ya diambil hikmahnya aja lah. Ke depannya berarti saya harus lebih hati-hati dalam mempersiapkan segala sesuatu,” mahasiswi PBS ini bercerita sambil mengingat momen yang membahayakan nyawanya itu.

Dari awal keberangkatan hingga tiba kembali di kampus menghabiskan waktu seminggu. Saat pulang ke kampus, Hilya dan dua orang lainnya masih harus panas-panasan saat menunggu keberangkatan bis menuju Madura yang terlambat dari jadwal.

Kholik Ketua Dewan Racana Putra berharap, anggota pramuka yang sudah mengikuti acara ini bisa membagikan dan mengaplikasikan ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan di Jakarta kepada racana yang lain. Selanjutnya, ia juga berharap agar mereka tidak hanya sekedar mengikuti acara, namun bisa memetik hikmah dari kegiatan yang sudah diikuti di Jakarta.

“Semoga tahun depan kami bisa mengirim yang lain agar pengalaman kami lebih mantap sebagaimana pramuka yang belajar di alam bebas, tidak hanya belajar di ruangan tertentu, namun kita bisa belajar banyak hal di luar,” katanya yakin.
(SNJ)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Upgrading Kolaboratif dengan UIN Khas Jember, Ketua HMPS HTN IAIN MAdura: Terobosan Harus Dimulai Sejak Awal

22 Juni 2024 - 14:32 WIB

Upgrading Kolaboratif HMPS HTN IAIN Madura dengan HMPS UIN Khas Jember

HMPS PAI Tekankan Moderasi Beragama dalam Pelantikan, Ini Alasannya

22 Juni 2024 - 03:13 WIB

Pelantikan HMPS Prodi Pendidikan Agama Islam 2024-2025

HMPS dan IKA EKONOMI SYARI’AH Adakan Pelantikan Bersama, Kaprodi: Mari Sama-sama Berkolaborasi

18 Juni 2024 - 05:21 WIB

Pelantikan Kolaboratif HMPS dan IKA EKONOMI SYARI'AH

Launching UKK Baru, Fakultas Syariah Tingkatkan Kemampuan Mahasiswa Lewat UKK Lawrent

17 Juni 2024 - 11:38 WIB

Fakultas Syariah Launching UKK Baru, UKK LAWRENT

Training Kepengurusan HMPS MPI, Kaprodi Ingatkan Mahasiswa untuk Lebih Disiplin

14 Juni 2024 - 03:11 WIB

Training Kepengurusan HMPS MPI IAIN Madura

Ormawa Fakultas Tarbiyah Lakukan Audensi, Pihak Dekanat Beri Tanggapan

12 Juni 2024 - 05:43 WIB

Audensi Ormawa Terhadap Dekanat Fakultas Tarbiyah
Trending di Kabar Kampus