Menu

Mode Gelap
HMPS Ekonomi Syari’ah Adakan Entrepreneurship Workshop Semarak Bulan Bahasa, HMPS TBIN Adakan Pemilihan Duta Bahasa Indonesia IAIN Madura Gelar Pisah Sambut Kabiro AUAK IAIN Madura Tidak Masuk 3 Besar Kampus Terbaik di Madura Versi Kemendikbudristek RI Dianggap Tidak Mendidik, Konten IMTV Mendapat Kritikan

Artikel Lawas · 29 Des 2011 16:30 WIB ·

Diduga Menghilangkan Komputer, PMII Gelar Audensi


 Diduga Menghilangkan Komputer, PMII Gelar Audensi Perbesar

Kamis (29/12/2011) Auditorium Center Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan diramaikan dengan mahasiswa yang mengatasnamakan salah satu organisasi ekstra yakni, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Mereka mengundang pihak Pimpinan STAIN Pamekasan dan Dewan penegak Kode Etik guna mendialogkan kasus kehilangan komputer milik Senat Mahasiswa (SEMA), yang mana kasus kehilangan tersebut terjadi pada saat pemilu raya.

Menurut Supanji Sholeh, salah satu perwakilan dari pihak PMII yang berbicara pada saat dialog menyatakan, kasus kehilangan komputer tersebut telah menimbulkan rumor di kalangan mahasiswa bahwa yang mencuri adalah pihak dari PMII. Menurutnya ini tidak dapat dibiarkan karena sudah menyangkut nama baik sebuah organisasi. “PMII akan diam jika tidak diseggol nama baiknya” katanya dalam dialog tersebut.

Dalam pertemuan tersebut Pimpinan STAIN dan Dewan Kode Etik yang diharapakan hadir tidak bisa hadir, hanya Atiqullah yang bisa menemui mahasiswa Pergerakan tersebut, ia menjelaskan jika Pimpinan sedang ada rapat, menanggapi yang dikatakan Supanji masih akan disampaikan ke Pimpinan, ia hanya mencatat poin-poin keluhan tersebut dalam selembar kertas yang dibawanya.
Dalam kasus tersebut PMII sebagai organisasi yang tertuduh, Badrurrosi mahasiswa semester 7 (tujuh) yang diduga melakukan tindakan kelalaian dalam menjaga fasilitas komputer tersebut menyatakan, tidak hanya dia yang terlibat dalam kasus ini, tetapi juga Dedy.

Mahasiswa yang pernah menjadi sekretaris Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) kemarin itu menambahkan, kasus ini kemudian berhenti setelah diurus oleh tim penegak kode etik.

Atiqullah, salah seorang dari tim penegak Kode Etik yang menghadiri undangan dari mahasiswa tersebut menyatakan, pada pukul 08.30 (29/12/2011) ia sempat berbincang dengan pihak pimpinan mengenai kasus ini dan kemudian datang Ali Fikri Mahasiswa TBI semester 5 mengantarkan surat undangan dialog yang ditempatkan di auditorium STAIN Pamekasan. “Saya sempat berpikir untuk menarik forum ini ke luar kampus, karena disini mengatasnamakan organisasi ekstra yang perizinan tempatnya tidak jelas kepada siapa. Namun, berhubung disini saya sebagai undangan, saya menjadi tidak berhak” tambahnya.

Mengenai kasus ini, menurut Atiqullah, Rosi dikenakan pasal kode etik mengenai penggunaan fasilitas kampus secara kurang bertanggung jawab, dan dikenai sangsi mengganti sebesar 30 % dari nilai fasilitas yang hilang, begitu juga dengan Dedy.

Supanji Sholeh menyatakan, tindakan pencurian ini merupakan tindakan kriminal yang perlu diusut tuntas, dan PMII siap mengkawal pengusutan tersebut. “Dan kami berharap, siapapun nanti yang terbukti mencuri fasilitas tersebut meski dia juga termasuk oknum kader PMII, dia harus di Drop Out (DO) dari STAIN” paparnya.

Harapan Panji kedepan agar Kode Etik tidak hanya mengatasi mahasiswa-mahasiswi yang memakai celana pensil dan berambut panjang.

Sekitar jam 13:00 acara audensi kasus kehilangan komputer tersebut diakhiri tanpa menghasilkan keputusan apapun, sebab kata Atiqullah ketika ditemui Reporter Vita Pos selesai acara di depan Auditorium menyatakan bahwa kasus ini masih akan disampaikan kepada pimpinan dan kode etik. Disamping itu Supanji mengungkapkan kekecewaannya karena pihak yang diundang tidak hadir semuanya, ia juga mengharapkan besok pagi (Jum’at, 30/12/2011) sudah ada berita kelanjutan mengenai audiensi, jika tidak ada tanggapan sampai batas waktu  tersebut pihaknya akan melakukan Aksi lanjutan. (Vita Pos)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Artikel Lawas · 29 Des 2011 16:30 WIB ·

Diduga Menghilangkan Komputer, PMII Gelar Audensi


 Diduga Menghilangkan Komputer, PMII Gelar Audensi Perbesar

Kamis (29/12/2011) Auditorium Center Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan diramaikan dengan mahasiswa yang mengatasnamakan salah satu organisasi ekstra yakni, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Mereka mengundang pihak Pimpinan STAIN Pamekasan dan Dewan penegak Kode Etik guna mendialogkan kasus kehilangan komputer milik Senat Mahasiswa (SEMA), yang mana kasus kehilangan tersebut terjadi pada saat pemilu raya.

Menurut Supanji Sholeh, salah satu perwakilan dari pihak PMII yang berbicara pada saat dialog menyatakan, kasus kehilangan komputer tersebut telah menimbulkan rumor di kalangan mahasiswa bahwa yang mencuri adalah pihak dari PMII. Menurutnya ini tidak dapat dibiarkan karena sudah menyangkut nama baik sebuah organisasi. “PMII akan diam jika tidak diseggol nama baiknya” katanya dalam dialog tersebut.

Dalam pertemuan tersebut Pimpinan STAIN dan Dewan Kode Etik yang diharapakan hadir tidak bisa hadir, hanya Atiqullah yang bisa menemui mahasiswa Pergerakan tersebut, ia menjelaskan jika Pimpinan sedang ada rapat, menanggapi yang dikatakan Supanji masih akan disampaikan ke Pimpinan, ia hanya mencatat poin-poin keluhan tersebut dalam selembar kertas yang dibawanya.
Dalam kasus tersebut PMII sebagai organisasi yang tertuduh, Badrurrosi mahasiswa semester 7 (tujuh) yang diduga melakukan tindakan kelalaian dalam menjaga fasilitas komputer tersebut menyatakan, tidak hanya dia yang terlibat dalam kasus ini, tetapi juga Dedy.

Mahasiswa yang pernah menjadi sekretaris Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) kemarin itu menambahkan, kasus ini kemudian berhenti setelah diurus oleh tim penegak kode etik.

Atiqullah, salah seorang dari tim penegak Kode Etik yang menghadiri undangan dari mahasiswa tersebut menyatakan, pada pukul 08.30 (29/12/2011) ia sempat berbincang dengan pihak pimpinan mengenai kasus ini dan kemudian datang Ali Fikri Mahasiswa TBI semester 5 mengantarkan surat undangan dialog yang ditempatkan di auditorium STAIN Pamekasan. “Saya sempat berpikir untuk menarik forum ini ke luar kampus, karena disini mengatasnamakan organisasi ekstra yang perizinan tempatnya tidak jelas kepada siapa. Namun, berhubung disini saya sebagai undangan, saya menjadi tidak berhak” tambahnya.

Mengenai kasus ini, menurut Atiqullah, Rosi dikenakan pasal kode etik mengenai penggunaan fasilitas kampus secara kurang bertanggung jawab, dan dikenai sangsi mengganti sebesar 30 % dari nilai fasilitas yang hilang, begitu juga dengan Dedy.

Supanji Sholeh menyatakan, tindakan pencurian ini merupakan tindakan kriminal yang perlu diusut tuntas, dan PMII siap mengkawal pengusutan tersebut. “Dan kami berharap, siapapun nanti yang terbukti mencuri fasilitas tersebut meski dia juga termasuk oknum kader PMII, dia harus di Drop Out (DO) dari STAIN” paparnya.

Harapan Panji kedepan agar Kode Etik tidak hanya mengatasi mahasiswa-mahasiswi yang memakai celana pensil dan berambut panjang.

Sekitar jam 13:00 acara audensi kasus kehilangan komputer tersebut diakhiri tanpa menghasilkan keputusan apapun, sebab kata Atiqullah ketika ditemui Reporter Vita Pos selesai acara di depan Auditorium menyatakan bahwa kasus ini masih akan disampaikan kepada pimpinan dan kode etik. Disamping itu Supanji mengungkapkan kekecewaannya karena pihak yang diundang tidak hadir semuanya, ia juga mengharapkan besok pagi (Jum’at, 30/12/2011) sudah ada berita kelanjutan mengenai audiensi, jika tidak ada tanggapan sampai batas waktu  tersebut pihaknya akan melakukan Aksi lanjutan. (Vita Pos)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PWI Pamekasan Gelar Simposium Momentum Kebebasan Pers Sedunia

27 Mei 2024 - 04:14 WIB

PWI Laksanakan Simposium di Momentum Hari Kebebasan Pers

Poros Literasi Prodi MPI: Membumikan Literasi pada Mahasiswa

25 Mei 2024 - 01:43 WIB

Kegiatan Poros Literasi yang Diadakan oleh Prodi MPI IAIN Madura

Pentingnya Parenting Terhadap Anak Usia Dini, DWP IAIN Madura Gelar Seminar

24 Mei 2024 - 11:57 WIB

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Gelar Seminar Mengenai Parenting Anak

Prodi Tadris Bahasa Inggris Gelar Seminar Pengembangan Literasi Digital

19 Mei 2024 - 04:49 WIB

Prodi Tadris Bahasa Inggris Gelar Seminar

Prodi TBIN Gelar Seminar, Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi

16 Mei 2024 - 15:03 WIB

Seminar Pengembangan Kompetensi Mahasiswa Prodi Tadris Bahasa Indonesia

UKM-PI dan Riset IAIN Madura, Sukses Gelar Pengenalan Anggota Baru dan Diklat Penalaran Dasar 2024

14 Mei 2024 - 12:43 WIB

Pelantikan sekaligus PAB dan DPD UKMPI dan Riset 2024
Trending di Liputan Khusus