Menu

Mode Gelap
HMPS Ekonomi Syari’ah Adakan Entrepreneurship Workshop Semarak Bulan Bahasa, HMPS TBIN Adakan Pemilihan Duta Bahasa Indonesia IAIN Madura Gelar Pisah Sambut Kabiro AUAK IAIN Madura Tidak Masuk 3 Besar Kampus Terbaik di Madura Versi Kemendikbudristek RI Dianggap Tidak Mendidik, Konten IMTV Mendapat Kritikan

Artikel · 20 Mei 2022 11:28 WIB ·

CORONA DI MADURA


 CORONA DI MADURA Perbesar

Penyakit virus Corona (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Asal mula virus Corona berasal dari Ruhan China pada akhir 2019 dan telah menyebar ke seluruh belahan dunia. Virus Corona masuk ke Indonesia yaitu pada tanggal 2 Maret 2020 di Depok Jawa Barat. 
Sebagian besar orang yang tertular COVID-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa penanganan khusus. Namun, sebagian besar orang akan mengalami sakit parah dan memerlukan bantuan medis. Virus Corona ini juga mengakibatkan hal yang fatal seperti kematian.
Di Jawa timur terutamanya di Madura, penularan Corona pertama terjadi di kabupaten Bangkalan. Otoritas kesehatan di Jawa Timur mengeklaim dengan membatasi kegiatan warga tiga kecamatan di Bangkalan yang digolongkan zona merah. Namun hal tersebut tidak membuat masyarakat Bangkalan untuk tetap berada di rumah dan mematuhi protokol kesehatan. 
Sangat sulit masyarakat Madura untuk mematuhinya, karena mereka beranggapan bahwasanya Corona itu tidak ada dan tidak akan menyebabkan hal yang sangat fatal seperti kematian. Umumnya masyarakat Madura mengaitkan Corona dengan hal-hal yang berbau mistis. 
Mereka beranggapan bahwa Corona itu adalah penyakit “ta’on” yang pernah ada di zaman nenek moyang mereka. Pada suatu malam tepatnya tengah malam, sebagian masyarakat Madura merebus telur untuk dimakan pada malam itu juga. 
Mereka percaya dengan memakan telur tersebut akan menjadi tolak balak penyakit ta’on tersebut. Akan tetapi tidak semua masyarakat Madura mempercayainya. Selain itu, masyarakat Madura kurang mematuhi protokol kesehatan. Kebanyakan dari masyarakat Madura yang tidak memakai masker ketika keluar rumah dan masih berkerumunan di tempat-tempat umum seperti pasar dan tempat umum lainnya.
Meskipun sudah dihimbau oleh pemerintah setempat, masyarakat Madura terutama di daerah pedesaan masih saja tidak mau mematuhi aturan tersebut. 
Ketika pemerintah mengadakan Vaksinasi Covid-19, banyak masyarakat yang menolak untuk divaksin.
Mereka beranggapan bahwa vaksin itu berasal dari babi dan akan menyebabkan kematian. Kebanyakan masyarakat Madura mudah percaya dengan berita-berita hoax yang menyebar di internet. Hal itu juga yang membuat mereka tidak mau divaksin.
Akan tetapi, tidak semua masyarakat Madura tidak mau divaksin. Masih ada masyarakat yang percaya dengan adanya virus Corona tersebut dan mematuhi protokol kesehatan yang sudah dihimbau oleh pemerintah. 
Maka dari itu, sebagai mahasiswa sebaiknya kita memberitahu kepada keluarga atau orang-orang terdekat kita yang masih belum percaya dengan adanya virus Corona. Mereka menghimbau dengam pandangan kepada mereka yang belum sadar akan bahaya virus Corona. Karena sejatinya mencegah lebih baik dari pada mengobati.
 
Durriyatul Millah, kl. 4
Pamekasan, 19 Mei 2022
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

IAIN Madura Tidak Masuk 3 Besar Kampus Terbaik di Madura Versi Kemendikbudristek RI

11 Oktober 2022 - 07:29 WIB

Aku Siapa

28 Mei 2022 - 11:39 WIB

KPI Launching Mars Perdana, Wadek Apresiasi 1 Juta

27 Mei 2022 - 16:54 WIB

HMPS PAI Sukses Gelar Lomba Musabaqoh Qiraatul Kutub

27 Mei 2022 - 16:23 WIB

Juri Lomba Cerita 2 Bahasa, Roychan Yasin : Anak PAI Bersaing Anak PBA

26 Mei 2022 - 23:32 WIB

Anniversary Prodi AS ke-7, Marta Imam Muhtadi : Era Society 5.0 Pengaruhi Kehidupan Manusia

26 Mei 2022 - 16:49 WIB

Trending di Artikel